counter

KBRI Quito buka puasa bersama dubes-dubes lain

KBRI Quito buka puasa bersama dubes-dubes lain

ilustrasi: Kepala Pusat Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) Dr. Ir Patuan Alfon Simanjuntak (kanan) dan Rektor Escuela Superior Politecnica del Litoral (ESPOL) Dr Cecilia Paredes (tengah) yang disaksikan Duta Besar RI untuk Ekuador Diennaryati Tjokrosuprihatono, menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama riset di Kampus ESPOL, Ekuador, Sabtu (27/1/2018). (ANTARA/HO/KBRI Quito Ekuador)

Jakarta (ANTARA News) - Kedutaan Besar RI di Quito, Ekuador, menyelenggarakan buka puasa bersama pada Ahad dan kegiatan lain di bulan suci Ramadhan dengan mengundang sejumlah duta besar dari negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim di kota tersebut.

"Kami mengumpulkan unsur masyarakat yang beragama Islam dan non-Muslim dari Indonesia yang berada di sini dalam balutan kebersamaan, saling menghormati dan toleransi tanpa aturan protokoler di bulan suci Ramadhan," kata Duta Besar RI untuk Ekuador Diennaryati Tjokrosuprihatono dalam surat elektroniknya kepada Antara di Jakarta, Ahad.

Dubes Diennaryati mengatakan dia mengundang sejumlah duta besar dan Dubes Turki Oya Tunga, Dubes Hani Remawi dari Palestina dan Dubes Saadat Aghajani Hamjah dari Iran dan juga dua imam besar dari dua masjid besar Assalam dan Khalid Ibn Al Walid di Quito, yakni Dr Yahya Juan Suquillo dan Dr Adnan untuk menghadiri acara tersebut.

"Kami berinisiatif mengundang mereka dan selama ini belum pernah kumpul bersama," kata dia.

KBRI Quito juga menyelenggarakan buka bersama beberapa kali dan dilanjutkan dengan shalat Isya dan Taraweh.

Atas undangan Dr Yahya Juan Suquillo, Imam Besar Masjid Assalam dan Presiden Moslem Community Equador untuk berbuka puasa, shalat Isya dan shalat Tarawih bersama Muslim di Quito, Dubes Diennaryati diminta memberi ceramah tentang kebudayaan Indonesia.

"Saya berceramah di masjid itu dengan tema Pancasila sebagai dasar negara RI dan pedoman hidup masyarakat Indonesia yang tidak bertentangan dengan Islam maupun agama apa pun," kata dia.

Menurut dia, acara yang dihadiri para ulama yang kebanyakan lulusan Universitas Al Azhar, Kairo, masyarakat Muslim setempat dan warga negara Indonesia yang Muslim dan tinggal di Quito itu bertepatan dengan hari lahir Pancasila dan lima sila dari Pancasila memang tumbuh dari budaya dan cara pandang bangsa Indonesia.

Presiden ingin HIPMI bantu tingkatkan ekspor dan investasi

Pewarta: Mohamad Anthoni
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar