AS resmikan "kedutaan" di Taiwan di tengah tekanan China

AS resmikan "kedutaan" di Taiwan di tengah tekanan China

Bendera Amerika Serikat. (Public Domain Pictures)

Taipei (ANTARA News) - Amerika Serikat akan meresmikan kantor baru perwakilan senilai 250 juta dolar AS di ibu kota Taiwan, Selasa, kedutaan "de facto", yang menegaskan hubungan strategis Washington Taiwan, yang berpemerintahan sendiri, saat menghadapi peningkatan ketegangan dengan China.

Washington memutuskan hubungan diplomatik dengan Taipei pada 1979, tetapi tetap menjadi pemasok senjata asing terkuat dan satu-satunya. Washington membuka Lembaga Taiwan Amerika (AIT) untuk menyambung hubungan kedua pihak setelah memutuskan hubungan.

Gugus baru kantor tersebut menjadi peningkatan penting dari bangunan militer kecil AIT, yang telah digunakan beberapa dasawarsa dan akan berfungsi sebagai kantor perwakilan pada musim panas ini, kata Direktur AIT, Kin Moy.

Marie Royce, Wakil Menteri Luar Negeri AS urusan Pendidikan dan Kebudayaan, dan anggota Kongres AS Gregg Harper diperkirakan menghadiri upacara peresmian itu pada Selasa.

Royce adalah pejabat tertinggi Departemen Luar Negeri mengunjungi Taiwan sejak 2015.

China mengklaim Taiwan yang berpemerintahan sendiri di bawah kebijakan "satu China" dan Beijing tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa provinsi pembangkang tersebut di bawah kendalinya.

Permusuhan China terhadap Taiwan telah berkembang sejak Presiden Tsai Ing-wen terpilih pada 2016. Beijing menyangka Tsai ingin mendorong kemerdekaan resmi, yang akan membatasi langkah para pemimpin Partai Komunis di Beijing.

Tsai, yang mengatakan dia ingin mempertahankan keberadaan negara tetapi akan melindungi keamanan Taiwan dan tidak diganggu Beijing, diperkirakan akan memberikan pidato di kantor AIT baru pada Selasa.

Surat kabar yang dikelola negara China "Global Times" mengatakan pada Selasa bahwa China perlu memperingatkan Taiwan dan AS terhadap provokasi.

"Daratan harus terus membangun pencegahan terhadap otoritas Taiwan, membuat mereka tahu bahwa AS tidak bisa menjadi penyelamat mereka," katanya dalam sebuah editorial pada pembukaan kantor baru.

Taiwan baru-baru ini kehilangan dua sekutu diplomatik setelah mereka beralih hubungan dengan China, sementara beberapa perusahaan internasional telah mengubah lama web mereka untuk memperlihatkan penunjukan pulau itu sebagai bagian dari China.

China juga telah meningkatkan latihan militer, mengirim pesawat pembom dan jet tempur pada latihan di dekat pulau yang dikecam Taipei sebagai langkah intimidasi.

Taiwan melobi Washington untuk menjual peralatan lebih canggih, termasuk jet tempur baru, untuk memperkuat pertahanannya. Demikian dilansir Reuters.

(KR-DVI)

Baca juga: Trump tanda tangani surat jalan ke Taiwan, pancing kemarahan China

Baca juga: Taiwan terasing di Afrika, setelah Burkina Faso jalin hubungan diplomatik dengan China

Baca juga: Pesan China melalui latihan militer dekat Taiwan

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar