GenRe terbangkan 1.439 lampion semarakkan tradisi "tumbilotohe"

GenRe terbangkan 1.439 lampion semarakkan tradisi "tumbilotohe"

Dokumentasi--Tradisi Tumbilotohe Gorontalo Seorang anak melihat hamparan lampu minyak di Desa Botuboluo, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Kamis (22/6/2017) malam. Warga Gorontalo menyalakan lampu minyak, obor dan cahaya lainnya pada tiga hari jelang Idul Fitri yang disebut tradisi Tumbilotohe (malam pasang lampu). (ANTARA /Adiwinata Solihin)

Gorontalo (ANTARA News) - Generasi Berencana (GenRe) Gorontalo, menerbangkan 1.439 lampion untuk menyemarakkan tradisi "tumbilotohe" atau malam pasang lampu tiga hari menjelang perayaan Idul Fitri di daerah ini.

Ketua Panitia Mohamad Ridho Desei, Selasa, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan lagi antusias masyarakat agar terus menyemarakan dan melestarikan budaya Gorontalo itu.

"Kita juga ingin menyambut Idul Fitri 1439 Hijriah, serta mengajak dan mengenalkan tradisi ini kepada masyarakat luas," jelasnya.

Selain itu, pelepasan lampion mereka juga melaksanakan beberapa lomba dengan nuansa religi seperti lomba bedug, vokalia religi, tilawah, adzan, serta fashion show.

"Pada kegiatan ini kami juga mengadakan beberapa lomba yang bertujuan untuk terus meningkatkan lagi "life skill" atau kemampuan yang dimiliki oleh remaja yang ada di Gorontalo," katanya.

Ia menambahkan, tahun ini lomba dibuka untuk umum dengan usia peserta mulai dari usia 7 hingga 25 tahun.

"Disamping GenRe, kami juga melibatkan anak-anak Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dari SMAN 1 Gorontalo, MAN 1 Gorontalo, SMAN 3 Gorontalo, SMAN 4 Gorontalo serta SMAN 1 Tibawa," ungkapnya.

Menurutnya, membuat pendekatan pada remaja dengan melibatkan para PIK-R pada kegiatan tersebut, dapat mengajak mereka untuk melatih kemampuan yang dimiliki serta menanamkan kesadaran mereka untuk terus melestarikan budaya daerah.

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar