Kazakhstan minta RI sebagai anggota DK PBB perkuat stabilitas global

Kazakhstan minta RI sebagai anggota DK PBB perkuat stabilitas global

Dewan Keamanan PBB (ANTARANews/Grafis/Awi)

Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Askhat Orazbay meminta Indonesia untuk tetap memperkuat stabilitas global pasca terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2019-2020.

"Fakta bahwa Indonesia untuk keempat kali menduduki kursi anggota tidak tetap di Dewan Keamanan membuktikan peran penting Jakarta dalam mempromosikan perdamaian global, keamanan, dan stabilitas. Saat ini Indonesia telah menjadi salah satu kontributor pemeliharaan perdamaian PBB," kata Dubes Orazbay melalui keterangan tertulisnya kepada Antara di Jakarta awal pekan ini.

Indonesia pernah menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB pada periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

Indonesia akan menggantikan Kazakhstan yang mewakili kawasan Asia-Pasifik. Masa keanggotan Kazakhstan sendiri akan berakhir pada 31 Desember 2018.

Menurut dia, Indonesia dan negaranya telah berbagi pandangan tentang isu-isu utama agenda internasional seperti rekonsiliasi di Afghanistan, konflik Palestina-Israel, krisis Suriah yang menjadi prioritas bersama dalam bingkai Dewan Keamanan PBB.

"Termasuk memperkuat stabilitas global dan mengembangkan pendekatan global untuk mengatasi masalah terorisme, radikalisme, dan ekstremisme," ucap Dubes Orazbay.

Sebelumnya, kata dia, pada 18 Januari 2018, sebuah acara tingkat tinggi khusus diadakan di markas besar PBB yang bertujuan untuk mempresentasikan rancangan awal untuk mencapai dunia yang bebas dari terorisme, sebagai prakarsa Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev.

"Tujuan utama dari dokumen ini ialah pembentukan koalisi internasional yang luas dari negara-negara mitra dalam melawan terorisme dan pencapaian dunia yang bebas terorisme pada peringatan hari ulang tahun ke-100 PBB pada 2045. Kami berharap dukungan dari pihak Indonesia dan kerja sama di bidang ini," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa pada Juni tahun ini merupakan 25 tahun berdirinya hubungan diplomatik antara Kazakhstan dan Indonesia.

"Selama bertahun-tahun, kami telah membangun dialog konstruktif di semua bidang berdasarkan kepercayaan dan manfaat bersama," kata dia.

Dubes Orazbay mengatakan bahwa negaranya terbuka untuk mengintensifkan kerja sama dengan Indonesia di bidang politik, ekonomi dan kemanusiaan serta bekerja sama mencapai perdamaian, keamanan, dan pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Presiden berharap Indonesia-Kazakhstan representasikan Islam damai sejahtera
 

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar