Arus Mudik

Banyak pemudik gunakan jalan arteri hindari kemacetan tol

Banyak pemudik gunakan jalan arteri hindari kemacetan tol

Pemudik bersepeda motor melintasi kawasan Jalan KH Noer Alie, Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/6/2018). H-3 Idulfitri 1439 H diperkirakan menjadi puncak arus mudik pengguna sepeda motor yang bertepatan dengan hari terakhir kerja beberapa perusahaan swasta. Tercatat 38.000 pemudik bersepeda motor telah melintasi kawasan Kalimalang untuk menuju jalur Pantura. (ANTARA /Dhemas Reviyanto)

Karawang (ANTARA News) - Arus lalu lintas di jalan arteri hingga jalur Pantura Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada H-2 Lebaran, Rabu, padat merayap karena banyak pemudik menghindari kemacetan di jalan tol.

Sejumlah pemudik saat ditemui di jalan arteri Karawang, mengatakan, arus di jalan Tol Jakarta-Cikampek sejak di wilayah Bekasi sudah mengalami kemacetan.

Karena itu mereka keluar dari jalan tol melalui gerbang tol Cikarang Barat dan memilih melintasi jalan arteri Bekasi-Karawang hingga ke jalur Pantura.

"Kemacetannya parah. Saya terjebak lebih dari satu jam. Jadi memilih lewat jalan biasa (arteri) saja," kata Joko, seorang pemudik asal Depok yang akan ke Wonogiri.

Ia mengaku berangkat dari Depok sekitar pukul 5.00 WIB setelah shalat Subuh. Tetapi hingga Rabu siang masih baru sampai Karawang.

Pemudik lainnya, Toto, juga mengaku memilih melintasi jalan Arteri Karawang karena tidak ingin terjebak macet di jalan Tol Jakarta-Cikampek.

"Saya tadi keluar gerbang Tol Karawang Barat, karena saat itu kondisinya sangat macet," kata dia.

Sementara itu, akibat banyaknya kendaraan roda empat dan bus yang memilih jalan Arteri hingga ke jalur Pantura, arus lalu lintas di wilayah Karawang menjadi padat.

Pada hari sebelumnya jalan arteri hingga jalur Pantura Karawang hanya dikuasai pemudik bermotor, kini pemudik bermotor harus "berjibaku" dengan pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat dan bus.

Untuk mengantisipasi kemacetan parah, polisi membuka jalur khusus sepeda motor, melintasi Lamaran-Cilamaya-Cikalong. Itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukkan kendaraan di jalan Arteri Karawang.

Baca juga: 563.083 kendaraan tinggalkan Jakarta melalui GT Cikarang

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar