Dua jenazah KM Arista yang ditemukan dini hari masih bocah

Dua jenazah KM Arista yang ditemukan dini hari masih bocah

Sejumlah warga melakukan pencarian korban kapal motor Arista yang tenggelam menggunakan kapal rakyat di Pelabuhan Rakyat Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (13/6/2018). (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Makassar (ANTARA News) - Dua jenazah Kapal Motor (KM) Arista yang karam di  perairan Pelabuhan Makassar, Rabu, sekitar pukul 12.45 Wita, kembali ditemukan oleh regu pencari dan penyelamat (Search and Rescue/SAR) dan selanjutnya membawanya ke RS Jala Ammari Angkatan Laut Makassar. Sehingga sudah 15 korban meninggal ditemukan

"Dini hari tadi itu, dua jenazah kembali ditemukan. Dua jenazah itu masih bocah sekitar 7 dan 12 tahun," ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Kamis.

Kedua jenazah yang masih bocah itu diidentifikasi sebagai Soraya yang berusia sekitar 12 tahun dan Indriyani umur tujuh tahun.

Jenazah kedua bocah itu sudah dievakuasi ke RS Jala Ammary Angkatan Laut sejak ditemukannya oleh Tim SAR. Keluarga dari korban juga sudah berada di rumah sakit.

Rencananya, jasad kedua bocah itu akan dipindahkan ke RS Bhayangkara Makassar karena mempunyai kamar pendingin untuk jenazah.

Dicky mengatakan penemuan oleh tim gabungan SAR terjadi saat patroli tim Kesatuan Pengamanan Laut dan Pantai (KPLP). Tim yang menemukan koordinat itu kemudian menyelam ke dasar laut.

"Tim SAR menemukan jenazah keduanya saat menyelam ke dasar laut. Kedalamannya itu sekitar 12 meter menurut keterangan penyelam dan posisi jenazah terjepit, sehingga dipenuhi lumpur," katanya.

Dengan penemuan kedua jenazah itu, Tim SAR telah menemukan 15 jenazah dan 24 korban selamat lainnya dari jumlah 40 orang lebih penumpang.

Sebelumnya, kapal penumpang ini membawa penumpang 40 orang dan berlayar dari Pulau Barang Lompo menuju daratan untuk membeli kebutuhan lebaran Idul Fitri 2018.

Namun saat penumpang ini akan kembali ke pulau sekitar pukul 12.45 Wita, kapal yang sudah berada di tengah lautan itu dihantam ombak dan langsung karam.

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar