counter

31.795 pemudik berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok

31.795 pemudik berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok

Peserta mudik sepeda motor gratis naik kapal laut berada di KM Sabuk Nusantara 99 di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/6/2018). Pada program mudik gratis ke Semarang pulang pergi ini, PT Pelni (Persero) mengoperasionalkan enam kapal KM Sabuk Nusantara untuk mengangkut 2.502 pemudik dan tiga kapal KM Camara Nusantara untuk mengangkut 1.179 motor pemudik dengan cara konvoi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Arus balik bisa tersosialisasi dengan baik sehingga peminat bisa lebih tinggi."
Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 31.795 pemudik diberangkatkan melalui pelabuhan tersebut sejak 15 hari menjelang (H-15) Lebaran atau Kamis (31/5) hingga sehari menjelang (H-1) Idul Fitri 1439 Hijriyah atau Kamis (14/6), kata Pelaksana Tugas Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Lollan Panjaitan.

"Jumlah sebanyak 31.795 orang itu merupakan puncak arus mudik yang telah kami perkirakan, yaitu di H-2 dan H-1 Lebaran," ujarnya di Jakarta, Kamis.

Ia menargetkan adanya kenaikan jumlah penumpang di puncak arus mudik senilai 10 persen dibandingkan tahun lalu.

Namun, menurut dia, puncak arus mudik 2018 mengalami peningkatan sekira lima persen dibandingkan tahun lalu, yaitu 29.700 pada H-1 Lebaran.

"Sampai hari ini kenaikan baru tercapai lima persen dibandingkan tahun lalu. H-1 pada arus mudik 2017 ada 29.700 penumpang yang berangkat," ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan, selama arus mudik pihaknya tidak mengalami kendala yang serius karena tingkat okupansi penumpang rata-rata 70 hingga 80 persen, atau masih dalam tahap normal.

Oleh karena itu, ia menilai, kapasitas yang disiapkan pihaknya melebihi kebutuhan jumlah penumpang yang akan berangkat mudik Lebaran.

"Rata-rata okupansi 70 hingga 80 persen dari yang kami perlukan, kesiapan lapangan, fasilitas maupun kapasitas sudah cukup," katanya.

Namun, ia mengakui bahwa sosialisasi program mudik gratis harus lebih digencarkan agar jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi laut semakin meningkat.

Menurut dia, momentum program arus balik lebaran bisa dimaksimalkan dengan disosialisasikan secara baik untuk menambah jumlah pemudik yang hendak kembali dari kampung halaman menggunakan kapal laut.

"Arus balik bisa tersosialisasi dengan baik sehingga peminat bisa lebih tinggi. Program mudik gratis dari pemerintah sudah diberikan subsidi bagi penumpang, okupansi masih 70 persen, sehingga bagaimana bisa ditingkatkan lagi ketika arus balik Lebaran," ujarnya.

Sebagian besar penumpang kapal yang diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Jawa Tengah, Pelabuhan Sekupang Batam, Kepulauan Riau dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur.

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar