counter

Pedagang bunga sedap malam di Bandung raup untung

Pedagang bunga sedap malam di Bandung raup untung

Dokumentasi Sejumlah pembeli memilih bunga sedap malam yang dijual di kawasan Pasar Lama, Tangerang, Banten, Senin (31/1/2011). Menjelang perayaan Imlek 2562 , bunga sedap malam bagi etnis Tionghoa memiliki makna tekad untuk terus berlaku baik dan harum, itu laris terjual. (FOTO ANTARA/Lucky.R)

Bandung (ANTARA News) - Satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, penjualan bunga sedap malam di sejumlah toko bunga di Kota Bandung mampu meraup omzet hingga puluhan juta rupiah dalam satu hari.

Salah satu penjual bunga di Makam Para Boepati Bandung dan Pahlawan Nasional Raden Dewi Sartika, Harun Ar-Rasyid (34), mengaku dalam waktu satu hari ia bisa menjual bunga sedap malam hingga 15.000 hingga 25.000 batang.

"Bunga sedap malam kita jual Rp10.000-Rp.50.000. Kalau dari kemarin hingga saat ini Alhamdulillah bisa nyampe Rp50 juta," kata Harun kepada wartawan, Kamis.

Menurut dia, permintaan bunga sedap malam sejak Rabu atau dua hari jelang lebaran meningkat tajam, pasalnya bunga ini selalu dijadikan pengharum ruangan alami.

Untuk memenuhi permintaan masyarakat, dirinya menyiapkan hingga 30.000 batang. Padahal, jika dibanding hari biasa ia hanya menyiapkan 2.000 batang.

"Ya yang paling banyak beli itu jenis bunga sedap malam," kata dia.

Tak hanya bunga sedap malam, permintaan bunga tabur pun meningkat. Menurut dia, seluruh bunga ini diperoleh di daerah Parongpong, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

"Jadi ada yang diambil dari pengumpul, dan ada juga yang di kebun sendiri seperti mawar," katanya.

Bunga yang dijual mulai dari Rp10.000 sampai Rp40.000 ribu per paket. Bunga sedap malam dijual Rp15.000 per batang, padahal pada hari-hari biasa bunga sedap malam hanya dijual Rp10.000 per batang. Sementara untuk bunga tabur dijual Rp10.000 per kantung plastik.

Tak hanya di pusat penjualan bunga, para pedagang bunga dadakan pun tak luput dari berkah lebaran. Hal tersebut nampak seperti penjual bunga di sekitar trotoar Rumah Sakit Immanuel Kota Bandung.

Deni (40), pedagang bunga, mengaku mendapatkan penghasilan hingga Rp5 juta dalam sekali berdagang. Jika sehari-harinya ia berjualan bakso, namun pada dua hari jelang lebaran berjualan bunga untuk menambah penghasilan.

Ia bersama puluhan pedagang lain, sudah menjajakan barang dagangannya sejak pukul 12.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB.

"Lumayan kang, buat bekal anak-anak sama keperluan dapur," katanya.

Ia mengaku, tiap tahunnya penjualan bunga sedap malam tidak mengalami penurunan. Pasalnya, bunga sedap malam selalu dijadikan pilihan utama masyarakat sebagai pengharum ruangan alami saat lebaran.

"Alhamdulillah tetap stabil kang sejak tiga tahun terakhir. Yang jadi masalah malah banyak pedagang lain, tapi saling berbagi rezeki lah," katanya.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar