Bawaslu awasi kotak kosong pilkada Kota Makassar

Bawaslu awasi kotak kosong pilkada Kota Makassar

Logo Bawaslu RI (ANTARANEWS.COM)

Jakarta (ANTARA News) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI mengawasi keberadaan kotak kosong tanpa logo pasangan calon pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Makassar Sulawesi Selatan yang diikuti satu pasangan calon.

Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja di Jakarta, Selasa (19/6), mengatakan pengawasan itu lantaran khawatir terjadi kecurangan saat pencoblosan.

"Karena khawatir terjadi kecurangan," kata Rahmat.

Rahmat menegaskan kandidat yang gagal mencalonkan diri pada Pilkada Kota Makassar yakni Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto)-Indira Mulyasari juga tidak diperkenankan mensosialisasikan kotak suara tanpa gambar.

Rahmat menyebutkan kelompok masyarakat atau lembaga pemantau yang diizinkan mensosialisasikan kotak kosong namun dilarang mengkampanyekan.

Rahmat mengimbau masyarakat supaya menggunakan hak pilihnya untuk menentukan calon kepala daerah yang tepat sesuai dengan keyakinan sehingga tidak memilih kolom kosong.

"Jadi masyarakat tetap punya pilihan, itu yang paling penting," ujar Rahmat.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akan memberikan perhatian khusus terhadap Pilkada Kota Makassar yang hanya satu pasangan calon karena pasangan kandidat Danny Pomanto telah dianulir Mahkamah Agung (MA).

Ilham mengungkapkan Pilkada Kota Makassar tetap akan disediakan dua kolom dalam surat suara nanti saat pencoblosan. Pertama, kolom surat suara untuk pasangan calon Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi.

Mahkamah Agung mengeluarkan putusan yang menguatkan Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara yang mendiskualifikasi bakal calon Walikota Makassar Danny Pomanto-Indira pada Pilkada Kota Makassar dihelat 27 Juni 2018.

Dalam putusan PT-TUN Nomor : 6/G/Pilkada/2018/PTTUN.MKS Tahun 2018 pada 21 Maret 2018, hakim meminta pasangan petahana Walikota Makassar Danny Pomanto-Indira didiskualifikasi sebagai kontestan pada Pilkada Kota Makassar.

Saat itu, tiga hakim PT TUN antara lain Edi Supriyanto (Ketua Hakim) dan L Mustafa Nasution serta Evita Mawulan Akyati (hakim anggota). 

Para hakim memutuskan membatalkan dan mencabut Keputusan KPU Kota Makassar Nomor: 35/P.KWK/HK.03.1-Kpt/7371/KPU-Kot/II/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar Tahun 2018, tanggal 12 Februari 2018 yang memasukkan Danny-Indira sebagai peserta pemilu.

PT TUN juga memerintahkan KPU Makassar sebagai tergugat untuk menerbitkan Keputusan tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar Tahun 2018 yang memenuhi syarat yaitu Munafri Arifuddin dan A Rachmatika Dewi Yustitia Iqbal.
 

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar