Chicago (ANTARA News) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), tertekan oleh penguatan dolar AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus, turun 1,5 dolar AS atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 1.278,60 dolar AS per ounce.

Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok memicu kejatuhan tajam di pasar ekuitas pada Selasa (19/6). Dow Jones Industrial Average kehilangan 309,30 poin atau 1,24 persen menjadi 24.678,17 poin pada pukul 17.58 GMT.

Namun, penurunan di pasar saham gagal mendorong harga emas lebih tinggi karena dolar AS menguat lebih lanjut.

Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, meningkat 0,28 persen menjadi 94,725 pada pukul 17.48 GMT.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang utama lainnya.

Para analis mengatakan bahwa dolar AS telah menemukan dukungan yang cukup, di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 11,7 sen AS atau 0,71 persen, menjadi menetap di 16,323 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Juli turun 19 dolar AS atau 2,15 persen, menjadi ditutup pada 864,90 dolar AS per ounce, demikian Xinhua melaporkan.

(UU.A026)

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2018