Senat Kanada setuju legalkan marijuana

Senat Kanada setuju legalkan marijuana

Mariyuana untuk pengobatan dipak dalam toples di The Joint Cooperative di Seattle, Washington, Jumat (27/1). Upaya untuk melegalkan mariyuana untuk penggunaan hiburan mencapai momentumnya di Washington dan Colorado, kendati desakan dari pihak berlawanan dari pemerintah federal dan perang budaya selama satu dekade terhadap obat terlarang yang paling banyak digunakan di AS. (REUTERS/Cliff DesPeaux)

Toronto (ANTARA News) - Majelis tinggi parlemen Kanada menyetujui Rencana Undang Undang yang direvisi untuk melegalkan ganja rekreasi, yang menetapkan negara tersebut untuk menjadi Kelompok Tujuh bangsa pertama untuk melegalkan ganja.

Senat memilih 52-29 yang mendukung RUU yang direvisi dari House of Commons terpilih, membuka jalan bagi pasar ganja legal sepenuhnya dalam waktu delapan hingga 12 minggu.

Perdana Menteri Justin Trudeau menjadikan legalisme penggunaan ganja rekreasi sebagai bagian dari kampanye pemilu 2015 yang sukses, dengan alasan undang-undang baru akan menjauhkan pot dari tangan pengguna di bawah umur dan mengurangi kejahatan terkait.

“Sangat mudah bagi anak-anak kita untuk mendapatkan ganja dan bagi para penjahat untuk meraup untung. Hari ini, kita ubah itu. Rencana kami untuk melegalkan dan mengatur marijuana baru saja melewati Senat,” kata Trudeau dalam tweet-nya.

Sebagai ekonomi besar pertama yang melegalkan ganja sepenuhnya, peluncuran peraturan Kanada tersebut akan diawasi ketat oleh negara-negara lain dengan mempertimbangkan jalur yang sama, dan oleh investor global, yang telah menuangkan miliaran ke perusahaan ganja Kanada.

Perusahaan ganja Kanada seperti Canopy Growth Corp, Aphria Inc, Horizons Marijuana Life Sciences ETF dan Aurora Cannabis Inc telah menjadi pusat kegilaan investor seputar upaya melegalkan ganja untuk penggunaan rekreasi nasional.

Legalisasi itu telah ditunda dari peluncuran yang direncanakan pada Juli oleh pemerintah.

Sementara produksi ganja diatur oleh pemerintah federal, provinsi dan kota memiliki kekuatan lebih besar atas penjualan ritel baik melalui toko swasta atau milik pemerintah.

"Saya merasa luar biasa," CBC News mengutip Senator Tony Dean, yang mensponsori RUU di Senat, mengatakan. 

“Akhir dari 90 tahun larangan. Ini adalah kebijakan sosial transformatif, saya pikir. Langkah berani di pihak pemerintah,” tambahnya. Demikian dilansir Kantor Berita Reuters.

Baca juga: Polres Nias Selatan temukan satu hektare lahan ganja

Baca juga: Hormon bisa netralkan efek ganja

Baca juga: Ganja legal dibeli di Colorado

Penerjemah: Sella Panduarsa Gareta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar