counter

Bono U2 minta legislator AS hentikan pemisahan keluarga imigran

Bono U2 minta legislator AS hentikan pemisahan keluarga imigran

Bobo berulangkali diberitakan tidak sehat karena turnya yang padat dan beberapa kali membatalkan sejumlah konser band rocknya, U2 (flickr.com)

Itu sangat tidak sesuai sifat Amerika
Washington (ANTARA News) – Rocker Irlandia sekaligus aktivis global Bono bertemu dengan legislator Amerika pada Selasa (19/6), untuk mendesak mereka agar menekan Presiden Donald Trump untuk meninggalkan praktik memisahkan keluarga di perbatasan Meksiko yang ia sebut sebagai "sangat tidak sesuai sifat Amerika.”

Baru selesai menggelar konser di area Washington pekan ini, pentolan U2 tersebut bertemu dengan legislator Republik dan Demokrat serta membahas penderitaan ribuan anak yang terpisah dari orangtua mereka saat mereka menyeberang secara ilegal ke Amerika Serikat (AS).

"Saya sudah berbincang dengan banyak orang Republik," ungkap Bono kepada AFP saat dia dan rekan-rekannya mengunjungi US Capitol.

"Mereka mengatakan mereka ingin memperbaiki situasinya, tetapi itu harus dihentikan," tambahnya. 

"Itu sangat tidak sesuai sifat Amerika."

Trump mendapat kritik atas kebijakan "tidak ada toleransi" yang mengharuskan menuntut siapa pun yang tertangkap basah menyeberangi perbatasan secara ilegal, yang membuat anak-anak terpisah dari orangtua mereka yang ditahan.

Bono, salah satu pendiri ONE Campaign yang mengupayakan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem dan memerangi HIV/Aids, berada di Capitol Hill untuk mengucapkan terima kasih kepada legislator atas pendanaan program pembangunan internasional. Demikian dilansir AFP.

Baca juga: Fox dikecam sineas Hollywood atas tayangan pemisahan anak imagran dari orangtuanya

Baca juga: New York tuntut pemerintahan Trump atas pemisahan anak imigran dari orang tuanya

Baca juga: AS akan pisahkan keluarga yang masuk secara ilegal

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pemerintah Amerika Serikat tambah jumlah beasiswa untuk pelajar Indonesia

Komentar