al-Asaad anggap perang Suriah perang internasional, bukan perang saudara

al-Asaad anggap perang Suriah perang internasional, bukan perang saudara

Dokumentasi Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyambut Presiden Suriah, Bashar al-Assad, saat pertemuan mereka di resor Black Sea (Laut Hitam) di Sochi, Rusia, Kamis (17/5/2018). (Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin via REUTERS)

Damaskus, Suriah (ANTARA News) - Presiden Suriah, Bashar al-Assad,dalam satu wawancara yang disiarkan Minggu (24/6), mengatakan, perang di Suriah bukan perang saudara, tapi perang internasional.

Ketika berbicara dalam wawancara dengan NTV Rusia, yang isinya disiarkan oleh Kantor Berita SANA, dia mengatakan, Amerika Serikat berusaha menyusun kembali peta politik, dan "barangkali" militer dunia.

Ia mengatakan Suriah adalah medan perang utama, setidaknya di Timur Tengah, buat Amerika Serikat untuk membuat peta baru dunia. Ia menyatakan bahwa berbicara dengan Amerika Serikat sekarang tidak ada gunanya dan "cuma buang-buang waktu".

Bashar menyatakan perang internasional ialah antara pasukan yang mendukung terorisme dan pasukan lain yang menginginkan perdamaian.

"Ketika anda berbicara mengenai kepentingan, anda mendapati bahwa perang ini adalah antara kekuatan utama, antara Amerika Serikat dan sekutu Baratnya --yang mendukung teroris untuk mewujudkan hegemoni mereka-- dan pihak Rusia bersama sekutunya, yang sasarannya ialah memerangi terorisme dan memulihkan hukum internasional," kata Bashar.

Presiden Suriah tersebut juga mengatakan kehadiran militer dan politik Rusia di Suriah penting untuk mencapai keseimbangan internasional.

Ia menyatakan negaranya berharap Rusia terus memerangi terorisme dan memelihara keseimbangan internasional.

Di tingkat domestik, Bashar mengatakan penyelesaian politik bagi krisis Suriah sepenuhnya akan menjadi penyelesaian rakyat Suriah. Ia menambahkan setiap pembaruan undang-undang dasar di Suriah mesti berlangsung melalui referendum nasional sejalan dengan keinginan rakyat Suriah.

Pewarta: Chaidar Abdullah
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Bank Indonesia waspadai kenaikan imbal hasil obligasi AS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar