Menlu Jepang tinjau proyek MRT Jakarta

Menlu Jepang tinjau proyek MRT Jakarta

Dokumentasi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono untuk melakukan dialog strategis keenam Indonesia-Jepang di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (25/6/2018). Pertemuan yang bertepatan dengan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara tersebut membahas kerja sama bilateral serta isu regional dan global yang menjadi perhatian kedua negara. (ANTARA /Sigid Kurniawan)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono mengunjungi proyek konstruksi Mass Rapid Transit atau MRT Jakarta, sebagai salah satu agenda dalam kunjungannya ke Indonesia.

Menurut pantauan Antara, Menlu Taro tiba di area proyek pembangunan MRT Jakarta pada Senin petang, dimana ia disambut langsung oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar.

Dengan didampingi William, Menlu Taro meninjau beberapa titik dari proyek transportasi umum tersebut, termasuk bagian atas, serta bagian lantai dasar dimana nantinya area tersebut akan menjadi peron-peron MRT.

Keduanya juga menelusuri rel yang telah terpasang sampai ke terowongan atau `tunnel` bawah tanah yang menjadi bagian dari jalur operasi kereta tersebut.

Taro Kono dan William juga nampak berhenti di beberapa titik tertentu, dimana William memberikan penjeleasan tentang proses pembangunan yang hingga kini masih berjalan itu.

Kunjungan tersebut diakhiri dengan pemberian cindera mata dari pihak MRT Jakarta kepada Menlu Jepang dan setelah itu, Taro Kono segera beranjak meninggalkan area proyek.

Walau Menlu Taro tidak memberikan keterangan apapun kepada para jurnalis, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan bahwa ia mengapresiasi kemajuan dan progress yang sudah dicapai oleh proyek MRT Jakarta sampai saat ini.

"Secara umum, beliau mengapresiasi apa yang sudah dicapai dan sangat gembira dengan kemajuan yang sudah dicapai oleh proyek ini," kata William usai mendampingi Menlu Taro Kono di Jakarta, Senin.

Ia pun mengatakan bahwa sampai sekarang, proses konstruksi transportasi umum itu sudah mencapai 96,4 persen dan pada saat ini, pihaknya sedang mempersiapkan uji coba operasional kereta tersebut secara menyeluruh.

"Kami sedang mempersiapkan uji coba menjalankan kereta yang saat ini sudah sampai dan ada di stasiun depo Lebak Bulus. Rencananya sekitar bulan Agustus. Pengerjaan jalur akan selesai akhir bulan ini, kemudian pemasangan sistem sinyal. Diharapkan bulan Agustus kereta sudah bisa di uji coba di atas track," katanya.

Hal tersebut, katanya, sangat diapresiasi oleh Menlu Taro Kono ketika Ia melihat dari dekat dan secara langsung berjalannya konstruksi tersebut. Menurut William, proyek MRT Jakarta merupakan satu-satunya proyek konstruksi yang dikunjungi Menlu Taro Kono pada lawatannya ke Indonesia kali ini.

Lebih lanjut, William mengatakan bahwa proyek MRT Jakarta merupakan salah satu bentuk kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jepang.

"Ini proyek yang diinisiasi cukup lama, sejak tahun 1990an, tapi kemudian baru mulai dikerjakan di 2013 dan itu inisiasi bersama antara pemerintah Indonesia dan Jepang. Jadi Jepang yang mendukung `feasibility study`, perencanaan sampai denghan pendanaan," ungkapnya.

Jepang merupakan investor terbesar kedua di Indonesia dengan nilai investasi mencapai lima miliar dolar AS pada 2017. Sementara nilai total perdagangan kedua negara pada 2017 naik 13,54 persen dari tahun 2016 menjadi 33,03 miliar dolar AS.

Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar