counter

Bunga raksasa mekar di Bengkulu Selatan

Bunga raksasa mekar di Bengkulu Selatan

Dokumentasi sejumlah wisatawan asing asal Selandia Baru dan Amerika Serikat mengamati Amorpholalus titanum yang mekar di lahan penangkaran milik Holidin, di Desa Tebat Monok, Kepahiang, Kepahiang, Bengkulu, Minggu (23/2). Selain jenis Titanum, Holidin juga menangkar lima jenis lain amorphopalus di lokasi seluas tiga Hektare itu. (ANTARA FOTO/Helti Marini Sipayung)

Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu (ANTARA News) - Bunga bangkai raksasa, Amorphopallus titanum, setinggi 2,5 meter dengan lingkar mahkota satu meter mekar sempurna berdekatan dengan air terjun Geluguran di Desa Kayu Ajaran, Kecamatan Ulu Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam Manna, Rinjuan Windi, Jumat, mengatakan, bunga tersebut tumbuh di atas air terjun Geluguran yang berjarak sekitar 15 meter dari jalan raya.

Dia menuturkan lokasi tumbuhnya puspa langka ini tidak jauh dari areal tumbuhnya bunga Rafflesia arnoldii dikarenakan masih berada dalam lingkup satu desa.

Selain mekar di Bengkulu Selatan, bunga bangkai juga ditemukan mekar di pinggiran air Sungai Pelubang yang berbatasan dengan kawasan konservasi Taman Buru Semidang Bukit Kabu di Kabupaten Seluma.

"Tingginya juga mencapai 2,5 meter namun masih kuncup," ujar dia.

Amorphopallus titanum merupakan tanaman endemik di Pulau Sumatera, terutama Bengkulu dan Lampung, yang masuk kategori rentan dalam daftar merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) yang merupakan sebuah organisasi internasional yang didedikasikan untuk konservasi sumber daya alam. Badan ini didirikan pada 1948 dan berpusat di Swis.

Puspa raksasa disebut bunga bangkai dikarenakan mengelurkan bau busuk seperti bangkai, yang tujuannya mengundang kumbang dan lalat untuk membantu penyerbukan.

Saat ini, populasi bunga bangkai liar kian berkurang lantaran habitat alaminya telah banyak mengalami alih fungsi menjadi lahan perkebunan dan pemukiman. Penyebab lainnya adalah masyarakat yang merasa terganggu bau busuknya bunga ini, lalu memotong bunga dan daunnya.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar