Pembebasan Kota Darna langkah untuk bebaskan Libya dari terorisme

Pembebasan Kota Darna langkah untuk bebaskan Libya dari terorisme

Arsip: Seorang anggota keamanan memeriksa lokasi serangan bunuh diri di komisi elektoral di Tripoli, Libya, Rabu (2/5/2018). (REUTERS/Ismail Zitouny/)

Dubai, UAE (ANTARA News) - Seorang pejabat senior Uni Emirat Arab (UAE) pada Jumat memuji pembebasan penuh Kota Darna, dan mengatakan itu adalah "langkah positif dalam penghapusan terorisme di Libya, yang bersaudara".

Menteri Negara UAE Urusan Luar Negeri Anwar Gargash, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat malam, mengatakan di akun Twitternya, "Satu kelompok gerilyawan radikal tak bisa memberlakukan visi fanatisnya melalui kekuatan senjata dan kekerasan."

Komandan Angkatan Darat yang berpusat di Libya Timur, Jenderal Khalifa Haftar, pada Kamis (28/6) mengumumkan pengambil-alihan seluruh Kota Darna di Libya Timur, setelah mengalahkan gerilyawan radikal di sana.

"Setelah perjuangan sengit dan pengorbanan besar, hari ini waktu kita diperbarui seperti biasa melalui kemenangan, dan pelaku teror serta pendukung mereka mengalami kekalahan seperti biasa," kata Haftar di dalam pidato melalui televisi.

"Dengan bangga, kami mengumumkan pembebasan Kota Darna, yang berharga, dan mengembalikannya dengan selamat ke tanah air, sehingga kegembiraan dapat menyebar ke seluruh Libya," kata Haftar.

Haftar menyampaikan terima kasih kepada Angkatan Darat Libya dan rakyat Darna karena "bersatu dengan militer dalam perang untuk membebaskan kota itu dari kegelapan".

Pada 3 Mei, militer Libya melancarkan operasi militer untuk merebut kembali Darna dari cengkeraman satu organisasi yang menamakan diri Dewan Shura Mujadiheen di Darna, koalisi milisi yang berusaha menerapkan hukum agama di kota tersebut.

Militer telah mengepung kota itu sejak 2015, dan menuntut kelompok tersebut meninggalkan Darna, dan menuduhnya setia kepada Al-Qaida.

Libya telah dirongrong kerusuhan dan ketidak-amanan sejak pemimpinnya Muammar Gaddafi digulingkan dalam aksi perlawanan rakyat pada 2011.

Pewarta: Chaidar Abdullah
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar