counter

Piala Dunia 2018

Pelatih Kroasia puji keberanian Modric dalam adu penalti

Pelatih Kroasia puji keberanian Modric dalam adu penalti

Keterangan pers Pelatih Kroasia Zlatko Dalic dan Ivan Rakitic di Nizhny Novgorod Stadium, Nizhny Novgorod, Russia, Rabu (20/6/2018). (REUTERS / Carlos Barria)

Nizhny Novgorod, Rusia (ANTARA News) - Pelatih Kroasia Zlatko Dalic memuji kapten tim Luka Modric yang gagal dalam penalti saat perpanjangan waktu tapi kemudian berhasil ketika adu penalti dalam kemenangan atas Denmark pada Minggu (Senin dini hari WIB) yang menempatkan mereka ke perempat final Piala Dunia.

"Saya kagum dengan determinasi dia untuk menembak setelah gagal dalam perpanjangan waktu. Dia mengambil tanggung jawab sebagai seorang kapten sejati, dan itu berbicara banyak bagi Luka...Dapatkah anda bayangkan jika dia tidak mencetak gol? tapi dia seorang pemain hebat," kata Dalic.

Dengan kedudukan imbang 1-1 di Nizhny Novgorod Stadium, tembakan penalti Modric lima menit sebelum perpanjangan waktu usai, dapat diselamatkan kiper Kasper Schmeichel. Tapi bagaimanapun sang kapten memilih untuk kembali dan mengkonversi dalam kemenangan Kroasia 3-2 dalam adu penalti.

"Setelah kegagalan penalti Modric, kami semua kembali ke Wina dan situasi itu di mana kami kalah pada 2008," kata Dalic, mengacu pada kekalahan adu penalti yang menyakitkan dari Turki pada perempat final Euro 2008 saat Modric juga gagal.

"Tapi anda harus memiliki keyakinan. Tuhan sudah memberi kita. Tanpa keberuntungan, anda tidak dapat melakukan apapun dalam hidup, saya sangat gembira."

Dalic, yang merayakan bersama para penonton setelah Kroasia menang, juga memuji penjaga gawang dia Danijel Subasic yang menyelamatkan tiga penalti Denmark.

"Saya percaya bahwa seseorang menjatuhkan dia tapi dia baik-baik saja," katanya mengenai perayaan pada akhir pertandingan saat rekan-rekan setim mengerumuni Subasic. "Dia pahlawan kami malam ini, dia menyelamatkan tiga penalti dalam adu penalti. Anda tidak melihat itu setiap hari. Dia menarik kami saat kami sangat membutuhkan dia. Terima kasih pada dia."

Ironisnya, dua pemain Kroasia yang gagal penalti melawan Denmark dalam adu penalti -- Josip Pivaric dan Milan Badelj -- selalu berhasil dalam sesi latihan hari-hari sebelumnya.

"Mereka sudah mencetak gol dengan spektakuler tapi malam ini mereka gagal. Setiap situasi membawa dramanya, tapi kami yang tampil sebagai pemenang malam ini."

Kroasia akan menghadapi Rusia pada Sabtu di Sochi, tapi dengan juga mengalahkan tim Lionel Messi Argentina 3-0 di Nizhny Novgorod, Dalic dengan bercanda berpikir untuk tetap tinggal di kota itu.

Baca juga: Kroasia singkirkan Denmark 3-2 lewat drama adu penalti

"Saya hanya membawa kenangan indah dari Nizhny Novgorod. Apakah ada pertandingan lain dimainkan di sini?,"katanya.

Tapi dalam catatan serius, Dalic mengakui Kroasia bermain di bawah standar pada Minggu setelah meluncur dari tahan grup, dan dia memuji Denmark yang berhasil menganggu gaya mengalir mereka biasanya.

"Kami belum memainkan pertandingan hebat, tidak pada level permainan kami sebelumnya, tapi kami bermain untuk sebuah hasil," kata Dalic, langsung mengarahkan fokusnya pada Rusia.

Baca juga: Kroasia tantang Rusia di delapan besar

"Saya akan mengatakan pada para pemain saya bahwa kami sedang bermain melawan tim terbaik di Piala Dunia. Kami tidak bsombong...Ini akan menjadi ujian yang sangat besar bagi kami...Kami telah sampai sejauh ini, kami tidak berniat untuk berhenti di sini, tapi saya yakin Rusia berpikiran sama," kata Dalic, demikian Reuters melaporkan.

(Uu.SYS/I015/E009)

Pewarta: antara
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar