China peringatkan Amerika Serikat jangan "main api"

China peringatkan Amerika Serikat jangan "main api"

Dokumentasi Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Wilbur Ross (kedua kiri), dan Wakil Perdana Menteri China, Liu He( keempat kanan), menghadiri pertemuan di Diaoyutai State Guesthouse di Beijing, China, Minggu (3/6/2018). (Andy Wong/Pool via REUTERS)

... sederhananya, Amerika Serikat tengah bermain api dengan semua negara di dunia, termasuk dirinya...
Beijing (ANTARA News) - Kementerian Perdagangan China, Kamis, mengatakan, Amerika Serikat "bermain api dengan semua negara di dunia" dan memperingatkan, rencana pemberlakukan tarif impor bagi barang China akan berdampak pada mata rantai pasokan internasional.

China akan terus menghitung dampak sengketa dagang dan membantu semua perusahaan untuk menghadapi kemungkinan guncangan, kata Gao Feng, juru bicara Kementerian Perdagangan China, dalam jumpa pers berkala.

"Kebijakan Amerika Serikat sejatinya akan berdampak pada mata rantai pasokan dunia," kata Gao.

"Secara sederhananya, Amerika Serikat tengah bermain api dengan semua negara di dunia, termasuk dirinya," kata dia.

Tanggapan tersebut disampaikan satu hari sebelum Washington dan Beijing akan menerapkan tarif terhadap impor masing-masing, di tengah eskalasi konflik perdagangan yang membuat pasar finansial panik.

Kepada wartawan, Gao mengatakan bahwa perdagangan luar negeri China diperkirakan akan terus stabil sepanjang semester kedua tahun ini, meski para investor tengah khawatir sengketa perdagangan dengan Washington akan memukul mundur ekspor dan perekonomian di negara itu.

Dalam pernyataan tertulis, badan bea cukai China mengatakan, tarif untuk impor produk Amerika Serikat akan berlaku segera setelah Washington memberlakukan hal yang sama. Washington mengatakan mereka akan menjatuhkan tarif bagi impor produk China senilai 34 juta dolar Amerika Serikat pada 6 Juli.

Sementara itu, pejabat Uni Eropa mengatakan, China meminta mereka mengeluarkan pernyataan keras terhadap kebijakan perdagangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, itu.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar