Damaskus, Suriah (ANTARA News) - Militer Suriah pada Jumat (6/7) merebut tempat penyeberangan Nasib, tempat penyeberangan utama dengan Jordania, di tengah kemajuan di lapangan baik melalui perujukan maupun aksi militer di Provinsi Daraa, Suriah Selatan.

Stasiun televisi menyatakan militer mengibarkan bendera Suriah di pos penyeberangan Nasib, yang berada di pinggir satu kota kecil dengan nama yang sama di pinggir tenggara Daraa, lapor Xinhua.

Personel militer menyusuri daerah di sekitar tempat penyeberangan tersebut dan memindahkan bahan peledak yang ditinggalkan oleh gerilyawan, katanya.

Para pegiat mengatakan polisi Suriah juga mencapai tempat penyeberangan itu, yang lepas dari tangan militer Suriah pada 2015.

Militer Suriah telah melancarkan serangan besar di Daraa selama dua pekan belakangan ini. Militer telah merebut kembali beberapa pos perbatasan dengan Jordania sebelum merebut tempat penyeberangan Nasib.

Sementara itu, kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan kesepakatan dicapai pada Jumat antara militer Suriah dan gerilyawan untuk menyelesaikan situasi di Daraa, tempat pertempuran telah berlangsung sejak 19 Juni.

Kesepakatan tersebut, yang diperantarai oleh Rusia, akan dimulai dengan gencatan senjata, sementara gerilyawan di Daraa akan menyerahkan senjata berat dan sedang mereka kepada militer Suriah, kata SANA.

Gerilyawan yang mendukung kesepakatan itu dan ingin tetap tinggal di kota kecil mereka bisa tetap tinggal, sementara yang menolak dapat meninggalkan Daraa menuju daerah yang dikuasai gerilyawan di Provinsi Idlib di bagian barat-laut Suriah.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Pemerintah Suriah akan memperoleh kembali kekuasaan atas beberapa pos penyeberangan di seluruh perbatasan Suriah-Jordania, sementara lembaga pemerintah akan kembali beroperasi di Daraa, kata SANA.

Orang yang meninggalkan kota kecil dan besar tempat tinggal mereka di Daraa akan kembali ke rumah mereka, kata kesepakatan itu, sebagaimana dikutip Xinhua.

Sementara itu, Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia --yang pro-gerilyawan-- Pemerintah Rusia, yang mewakili Pemerintah Suriah, dan gerilyawan menyepakati gencatan senjata menyeluruh.

Mereka juga menyepakati penggelaran polisi Rusia di pinggir Daraa dan di dekat tempat penyeberangan perbatasan dengan Jordania.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, gerilyawan akan menyerahkan senjata berat mereka sebagai imbalan bagi penarikan pasukan Suriah dari empat kota kecil yang mereka serbu belum lama ini, kata kelompok pemantau yang berpusat di London, Inggris, itu.

Kesepakatan tersebut dicapai saat militer Suriah hampir merebuat seluruh pinggir timur Daraa, baik melalui aksi militer maupun melalui perujukan.

Kelompok pemantau itu mengatakan militer merebut hampir 70 persen Daraa selama serangan dua pekan, sementara Media Perang --sayap media militer Suriah-- menyatakan militer telah merebut hampir semua kota kecil dan desa di pinggir timur Daraa.

(Uu.C003)

Pewarta: Chaidar Abdullah
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2018