Darmin harapkan sistem OSS tingkatkan peluang investasi

Darmin harapkan sistem OSS tingkatkan peluang investasi

Dokumentasi Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan keterangan pers terkait Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional 2018 di Kantor Presiden, Jakarta pada Senin. (Bayu Prasetyo)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengharapkan sistem pelayanan yang terintegrasi secara elektronik (OSS) bisa memberikan peluang peningkatan investasi di Indonesia.

"Mudah-mudahan ini membawa kebaikan dan menjadi 'blessing in disguise'," kata Darmin dalam acara peresmian sistem OSS yang dihadiri oleh pimpinan Kementerian Lembaga terkait di Jakarta, Senin.

Darmin mengatakan Indonesia harus mencari peluang dalam kondisi global yang saat ini dilanda ketidakpastian akibat potensi terjadinya kenaikan suku bunga The Fed maupun perang dagang antara AS dengan China.

Salah satu antisipasi tersebut adalah dengan memperkuat struktur investasi maupun ekspor dengan memperbaiki iklim kemudahan berusaha agar pondasi perekonomian Indonesia tidak goyah oleh tekanan global.

Perbaikan iklim berusaha ini sudah dilakukan pemerintah, melalui peluncuran sistem OSS secara resmi, yang terintegrasi mulai dari tingkat Kementerian Lembaga terkait hingga pemerintah daerah, untuk meningkatkan daya saing.

"Peluncuran ini sudah muncul pada saat yang tepat," kata Darmin.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Apindo Bidang Hubungan Internasional dan Investasi Shinta Widjaja Kamdani ikut menyambut baik peluncuran sistem pelayanan terpadu secara elektronik yang telah digagas sejak Oktober 2017 ini.

Meski demikian, ia mengharapkan adanya implementasi dari sistem OSS ini, yang lebih baik dari eksekusi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), yang selama ini masih banyak dikeluhkan oleh para pelaku usaha.

"Kita melihat yang sekarang ini saja dengan PTSP ini masih banyak masalahnya. Jadi dari kami, ini suatu yang bagus, tapi kemudian nanti bagaimana pelaksanaannya, karena masih banyak keraguan dari eksekusi," ujarnya.

Menurut dia, perbaikan sistem perizinan ini bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kinerja investasi maupun ekspor, terutama dalam situasi global yang penuh ketidakpastian.

"Kalau kita mau menarik investasi dalam keadaan perang dagang dan perlemahan rupiah, kuncinya dua, meningkatkan ekspor dan menarik investasi. Kalau menarik investasi, perlu perizinan yang baik," kata Shinta.

Pewarta: Satyagraha
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar