Jelang kedatangan Trump, "American Idiot" melejit di tangga lagu Inggris

Jelang kedatangan Trump, "American Idiot" melejit di tangga lagu Inggris

Green Day beranggotakan vokalis dan pemain gitar Billie Joe Armstrong, pemain bas Mike Dirnt, dan penggebuk drum Tre Cool. (www.music.wikia.com)

Jakarta (ANTARA News) - Lagu populer dari band Green Day "American Idiot" (2004) melejit di tangga lagu Inggris jelang kedatangan Donald Trump ke negara tersebut pada 13 Juli.

Lagu itu menempati puncak daftar single terlaris Amazon pada 9 Juli juga masuk ke iTunes Top 10 pada hari yang sama, berdasarkan laporan Huffington Post. Chart Data juga melaporkan bahwa lagu itu masuk ke daftar 20 teratas Britain's Official Singles.

Kesuksesan baru ini dipicu oleh kampanye penggemar yang bertekad meningkatkan popularitas lagu itu lagi dan membuatnya jadi nomor satu.

Sebuah akun Twitter mendorong penggemar untuk mengunduh dan mendengarkan secara streaming lagu tersebut sejak Jumat (6/7) hingga 12 Juli agar lagunya berada di chart ketika Trump menginjakkan kaki di Inggris.

Pada Januari, Trump mengatakan pada Theresa May tak mau berkunjung kecuali dia melarang munculnya protes-protes, yang disebut Theresa tak mungkin dilakukan.

Trump akan bertemu dengan Ratu Elizabeth saat tiba di London, kata duta besar AS untuk Inggris, Robert Wood Johnson, pada media.

Ratu telah bertemu dengan setiap presiden AS sejak 1945, kecuali Lyndon Johnson. Ratu akan bertemu dengan Trump di Kastil Windsor yang akan ditutup untuk publik pada hari ketibaan Trump.

Sebagian lirik "American Idiot" sebenarnya ditulis  untuk Presiden George W. Bush, menampilkan lirik seperti "Don't wanna be an American idiot/One nation controlled by the media/Information Age of hysteria/It's calling out to idiot America."

Penerjemah: Nanien Yuniar
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar