Gubernur Sulut bertemu Menko Kemaritiman bahas pelabuhan-bandara

Gubernur Sulut bertemu Menko Kemaritiman bahas pelabuhan-bandara

Dokumentasi Sejumlah penumpang menuju ke pesawat Lion Air di Bandara Internasional Sam Ratulangi, kota Manado, Sulawesi Utara, Senin (31/12/2013). Pada akhir tahun 2012 ini untuk mengantisipasi lonjakan tersebut yang antara 2500 - 2700 orang/hari, Angkasa Pura I melakukan penambahan jadwal penerbangan sebelumnya hanya 21 penerbangan kini menjadi 24 - 25 penerbangan. (FOTO ANTARA/Fiqman Sunandar)

Manado (ANTARA News) - Gubernur Olly Dondokambey bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan membahas pembangunan infrastruktur pelabuhan dan bandara.

"Infrastruktur yang dibangun di daerah saat ini terus digenjot dalam rangka mendukung pembangunan di berbagai sektor," kata Gubernur Olly seperti dikutip Kepala Bagian Humas Christian Iroth di Manado, Rabu.

Fokus dialog dengan Menko Kemaritiman adalah peningkatan Pelabuhan Bitung menjadi "International Port Hub", Pelabuhan Manado, perluasan Bandara Sam Ratulangi dan pariwisata.

Menurut Gubernur, kata dia, peningkatan Pelabuhan Bitung menjadi "International Port Hub" akan mempercepat waktu pelayaran karena jarak tempuh kapal dari pelabuhan luar negeri ke Bitung menjadi singkat.

Singkatnya waktu tempuh ke Pelabuhan Bitung dibandingkan dengan pelabuhan lainnya akan membuka peluang investasi baru dan menciptakan pasar yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Sulut.

Gubernur, kata dia, mencontohkan, selama ini barang impor China yang masuk ke pasar di Jakarta harus melewati pelabuhan di Singapura, padahal bila pengapalan langsung ke Pelabuhan Bitung memerlukan waktu yang jauh lebih singkat.

Begitu juga dengan proyek perluasan Bandara Sam Ratulangi, Pelabuhan Manado dan pariwisata merupakan hal yang tak dapat dipisahkan, katanya.

Gubernur Olly, lanjut dia, menerangkan tingginya pertumbuhan penumpang pesawat hingga mencapai 80 persen karena bertambahnya jumlah wisatawan asing yang berlibur ke Sulut.

Hal itu, harus didukung dengan infrastruktur penunjang yakni percepatan renovasi dan perluasan Bandara Sam Ratulangi Manado.

Rentang waktu tahun 2012-2017 aktivitas bandara Sam Ratulangi tercatat sebanyak 2,71 juta penumpang (meningkat 6 persen), 27,89 ribu pesawat (meningkat 10,04 persen), 14,76 ribu ton kargo (meningkat 5,68 persen).

Program renovasi bandara yang dilaksanakan bertahap mulai tahun ini berkaitan dengan beautifikasi dam perluasan terminal serta fasilitas penunjangnya hingga perpanjangan landasan pacu bandara menjadi 3.000 meter dari 2.650 meter.

"Kita menawarkan kenyamanan bagi wisatawan yang datang ke Sulut. Jika mereka nyaman tentunya mereka akan balik lagi," ujarnya.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar