Final AFF putri 2018 pertemukan tim terbaik

Final AFF putri 2018 pertemukan tim terbaik

Ilustrasi - Pesepak bola putri Indonesia Vivi Oktavia (kiri) dan Safira Ika Putri (kanan) mempertahankan bola dari pesepak bola putri Vietnam Nguyen Thi Tuyet (tengah) pada pertandingan penyisihan grup B AFF Women's Championship di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, Selasa (3/7/2018). (ANTARA FOTO/Feny Selly)

Palembang (ANTARA News) - Pertandingan final turnamen sepak bola putri antarnegara Asia Tenggara (AFF) 2018 akan mempertemukan tim terbaik di kawasan tersebut, yakni Australia dan Thailand di Palembang, Jumat (13/7).

Pertemuan kedua tim di partai puncak ini sudah diprediksi sejak awal karena Australia dan Thailand yang saat ini merajai kawasan zona Asia Tenggara. Kedua tim juga bakal mewakili kawasan Asia Tenggara di Piala Dunia 2019, sama halnya dengan Korea Selatan, Jepang, dan China.

Meski sesuai diprediksi, ada hal menarik dari pertemuan kedua tim ini di final. Australia yang menurunkan pemain usia di bawah 20 tahun (U-20), di babak penyisihan Grup A dikalahkan Thailand dengan skor 2-4, sehingga partai puncak ini menjadi ajang pembuktian bagi Australia apakah mereka mampu membalas kekalahan di pertemuan kedua ini.

Pelatih Australia Leah Janine Blayney yang diwawancarai, Rabu (11/7), seusai memenangkan partai semifinal atas Vietnam dengan skor 4-2, mengatakan timnya akan berjuang maksimal memenangkan pertandingan melawan Thailand.

"Ya, memang kami kalah di penyisihan grup dengan Thailand. Tapi, bukan tidak mungkin kami nanti yang mengalahkan mereka. Kita lihat saja pertandingan nanti," kata Leah.

Australia tetap percaya diri pada laga final karena memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya postur tubuh pemain yang rata-rata lebih tinggi dari pemain Thailand. Kualitas individu yang sangat baik dalam umpan panjang dan servis.

Tak ayal, gol yang tercipta dari Tim Australia biasanya melalui aliran umpan panjang ke area kotak penalti, atau memenangkan duel bola-bola atas.

Namun, terlepas dari keunggulan itu, bagi Leah, yang terpenting saat ini menumbuhkan kepercayaan diri pemain dan fokus pada pertandingan demi mencapai kemenangan.

"Saya melihat, tim kami sudah mumpuni. Pemain mau bekerja keras. Tapi di partai final tentu sedikit berbeda, mereka harus bekerja keras lagi," kata dia.

Tak kalah optimistis, Thailand yang mengalahkan Myanmar dengan skor 3-1 pada semifinal juga mematok hasil maksimal pada partai puncak itu.

Tim Gajah Putih itu meraih hasil fantastis di penyisihan grup dengan melibas Timor Leste 8-0, Kamboja 11-0, Malaysia 8-0. Perlawanan hanya diberikan Australia yang mampu mencuri dua gol dari skor 4-2.

Wajar jika partai final ini menjadi ajang pembuktian dan sarat gengsi bagi Thailand untuk menunjukkan bahwa mereka yang terbaik di zona Asia Tenggara.

Thailand yang mengedepankan permainan khas tim-tim Asia, untuk menutupi kekurangan dari sisi tinggi badan, ternyata dapat meruntuhkan keunggulan Australia yang bermain layaknya tim-tim Eropa pada penyisihan grup.

Permainan dengan determinasi tinggi, membangun serangan dari bawah, dan mengandalkan umpan-umpan pendek dipercaya Gajah Putih dapat menghentikan langkah Kangguru.

"Apalagi, pemain kami memiliki kecepatan, dan bisa beradu sprint. Saya memperkirakan, pertandingan final nanti akan seru," kata pelatih Thailand Nuengrutai Srathongvian.

Pertandingan final yang mempertemukan Thailand dan Australia akan berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Jumat (13/7) pukul 19.00 WIB.

Sementara, untuk perebutan tempat ketiga yang mempertemukan Vietnam dan Myanmar akan berlangsung pada hari dan tempat yang sama pada pukul 16.00 WIB.

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar