Pelatih sudah prediksi bakat Lalu Muhammad Zohri sejak 2016

Pelatih sudah prediksi bakat Lalu Muhammad Zohri sejak 2016

Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri meluapkan kegembiraannya seusai berhasil menjadi yang tercepat pada nomor lari 100 meter pada ajang IAAF World U20 Championships di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7/2018). Zohri berhasil meraih medali emas setelah mencatatkan waktu tercepat 10,18 detik, diikuti dua pelari AS Anthony Schwartz (10,22 detik) dan Eric Harrison (10,22 detik). Sepanjang sejarah penyelenggaraan IAAF World U20 Championships selama 32 tahun, penampilan terbaik atlet Indonesia yaitu finis posisi ke-8 sesi heats nomor lari 100m pada tahun 1986. (ANTARA /REUTERS/Lehtikuva)

Jakarta (ANTARA News) - Asisten pelatih atletik Pusat Pendidikan Latihan Pelajar Nusa Tenggara Barat (PPLP NTB) I Made Budiasa mengaku telah memprediksi bakat atlet atletik nasional Lalu Muhammad Zohri sejak 2016.

"Bakat Lalu sudah terlihat sejak ikut kejuaraan-kejuaraan tingkat nasional seperti Kejuaraan Antar-PPLP di Jakarta pada 2016. Dia lari 10,88 detik. Pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional 2017 di Jawa Tengah, dia meraih catatan waktu 10,26 detik," ujar Budiasa ketika dihubungi Antara di Jakarta, Kamis.

Dalam Kejuaraan Nasional Antar-PPLP pada 2017, Lalu juga meraih catatan waktu 10,26 detik pada nomor perlombaan bergengsi itu.

"Kami sangat optimistis dengan prestasi Lalu sejak mengikuti kejuaraan-kejuaraan nasional. Dalam dua tahun, dia dapat meraih catatan waktu yang bagus," katanya.

Budiasa bahkan menyatakan Lalu akan melampaui rekor nasional pada nomor lari 100 meter yang masih dipegang oleh Suryo Agung Wibowo yaitu 10,17 detik.

"Kami di daerah hanya berpesan agar Lalu tidak cepat puas ketika meraih gelar juara. Lalu harus tetap displin dalam segala hal dan tidak boleh sombong," ujarnya.
 
Atlet atletik Indonesia Lalu Muhammad Zohri meraih gelar juara pada nomor lari 100 meter putra dalam Kejuaraan Dunia Atletik U-20 yang berlangsung di Tampere, Finlandia, Rabu malam waktu setempat (11/07/2018). (IAAF)


Selain memberikan amanat kepada mantan atlet asuhannya, Budiasa juga meminta agar PB PASI tidak memaksakan atlet kelahiran Karang Pangsor Kabupaten Lombok Utara itu.

"Dia masih muda. Saya khawatir cedera. Jangan terlalu dipaksakan dalam perlombaan dan semoga prestasinya terus berkembang," ujar Budiasa.

Lalu Muhammad Zohri meraih gelar juara dunia lari 100 meter putra U-20 yang berlangsung di Tampere, Finlandia, Rabu malam (11/7) waktu setempat.

Atlet asal Lombok, Nusa Tenggara Barat itu, dalam keterangan tertulis Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) yang diterima Antara di Jakarta, Kamis, berhasil melewati garis finis dengan catatan waktu 10,18 detik.

Lalu mengalahkan dua atlet Amerika Serikat Anthony Schwartz dan Eric Harrison yang menempati peringkat dua dan tiga dengan catatan waktu masing-masing 10,22 detik.

VIDEO:
 

Baca juga: Jokowi bangga Muhammad Zohri juara dunia atletik U-20

Baca juga: Warganet bersorak untuk Lalu Muhammad Zohri

Baca juga: Video Lalu Muhammad Zohri menjadi juara Dunia Lari 100 meter putra U-20

Baca juga: Lalu sabet juara dunia lari 100 meter

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar