Belanda akan bangun kompleks perumahan cetak 3D pertama

Belanda akan bangun kompleks perumahan cetak 3D pertama

Ilustrasi - Kota Amsterdam (REUTERS/Koen van Weel)

Den Haag (ANTARA News) - Kota Eindhoven, Belanda selatan, berencana untuk meluncurkan proyek kompleks perumahan cetak 3D pertama di dunia pada tahun depan, yang para penggagasnya yakin bisa merevolusi industri bangunan dengan mempercepat dan menyesuaikan proses konstruksi.

Dicetak menggunakan beton oleh lengan robot, proyek yang didukung oleh dewan kota, Eindhoven Technical University dan beberapa perusahaan konstruksi itu menargetkan untuk menyelesaikan rumah pertama dengan tiga kamar tidur mereka pada Juni 2019.

Disebut sebagai Proyek Milestone, sebuah kompleks perumahan tersebut terdiri dari lima rumah dengan berbagai bentuk dan ukuran yang akan dibangun dalam waktu tiga hingga lima tahun mendatang.

Salah satu manajer proyek tersebut Rudy van Gurp mengatakan bahwa kompleks itu dibiayai oleh investor swasta.

"Ini baru permulaan. Ini teknologi revolusioner dan cara baru membangun yang akan berkembang seiring waktu," katanya kepada AFP, Kamis (12/7).

Salah satu keuntungan besar dari cetak 3D adalah rumah-rumah pod dapat sepenuhnya disesuaikan dengan keinginan dan bahkan dibangun di sekitar benda-benda alam, kata Van Gurp.

"Segalanya mungkin, kami benar-benar bisa menyesuaikan desain dengan alam. Kami adalah tamu di alam," katanya.

Selain mempercepat proses pembangunan dari bulan ke minggu, pencetakan 3D juga memecahkan masalah mendesak lainnya, di antaranya kelangkaan pengrajin terampil di Belanda, yang menaikkan harga.

"Dalam beberapa tahun kita tidak akan memiliki cukup banyak pengrajin seperti tukang batu misalnya. Dengan memperkenalkan robotisasi ke dalam industri konstruksi, kita dapat membuat rumah lebih terjangkau di masa depan," kata Van Gurp.

Saat ini teknik ini masih lebih mahal daripada metode tradisional, harga akan turun seiring peningkatan teknologi 3D, tambahnya.

Ratusan penyewa potensial telah menyatakan minatnya dalam proyek perumahan itu, dengan sewa bulanan ditetapkan antara 900 hingga 1.200 euro (1.053 dolar AS hingga 1.400 dolar AS).

"Menggunakan cetak 3D, orang-orang lebih berkontribusi pada desain rumah mereka dan bagaimana bangunan itu dibangun," kata wakil walikota Eindhoven, Yasin Torunoglu kepada AFP.

"Ini akan mengubah pasar dan saya kira itu adalah inovasi yang mengubah permainan," katanya, karena cetak 3D terus meningkat dan menjadi lebih populer.

Baru-baru ini di Prancis, Universitas Nantes meluncurkan rumah cetak 3D tunggal yang sekarang berfungsi sebagai perumahan sosial.

Belanda pada Oktober 2017 meluncurkan jembatan 3D cetak pertama di dunia di Amsterdam. Demikian dilansir AFP.

Baca juga: Belanda rancang undang-undang ambisius untuk pangkas emisi

Baca juga: Rumah Kabel peninggalan Belanda di Bengkalis kini merana

Penerjemah: Sella Panduarsa Gareta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar