JKPD Sultra musnahkan berbagai pangan olahan berbahaya

JKPD Sultra musnahkan berbagai pangan olahan berbahaya

Dokumentasi Anggota Polisi Polres Sukabumi Kota memegang barang bukti makanan olahan berbahaya berbahan ikan busuk di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (19/9/2013). Jajaran Polres Sukabumi Kota menggerebek pabrik pembuatan makanan olahan Otak-otak, Nuget diduga terbuat dari bahan campuran Ikan Busuk dan Borak di wilayah Cisaat, Sukabumi, dengan tersangka R (25th), Makanan tersebut dipasarkan ke daerah Bogor serta Sukabumi. (ANTARA FOTO/Jefri Aries)

Operasi bahan pangan pokok ini akan dilakukan secara terpadu dan berkala, terutama pada hari besar keagamaan karena transaksi penjualan mengalami peningkatan saat itu."
Kendari (ANTARA News) - Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis, melakukan pemusnahan berbagai pangan olahan berbahaya bertempat di Balai Karantina Pertanian kelas IIA Kendari.

Kadis Ketahanan Pangan Sultra, Amal Jaya, mengatakan pangan berbagai jenis yang dimusnahkan itu sudah tidak layak jual dan diperoleh dari beberapa toko maupun swalayan yang ada di Kota Kendari.

"Barang atau pangan yang dimusnahkan saat ini merupakan hasil operasi yang dilakukan pada hari besar keagamaan seperti menjelang perayaan Idul Fitri 1439 Hijriah," katanya.

Dari hasil operasi tersebut, ternyata tim menemukan produk-produk yang sudah kadaluarsa, mengandung bahan berbahaya maupun produk pangan telah atau tidak layak edar lagi.

"Produk yang dimusnahkan karena secara kesehatan sudah membahayakan, kadaluarsa, kemudian struktur kemasan telah rusak," katanya.

Jika nantinya tim JKPD SUltra masih menemukan barang kadaluarsa di toko yang sama, maka pihaknya tak segan-segan menarik semua barang-barang tersebut.

"Operasi bahan pangan pokok ini akan dilakukan secara terpadu dan berkala, terutama pada hari besar keagamaan karena transaksi penjualan mengalami peningkatan saat itu," katanya.

Dalam melakukan operasi seperti itu dijalin kerja sama dengan berbagai pihak terkait, seperti BPOM, Balai Karantina maupun kepolisian.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar