Mendes terkesan dengan geliat desa wisata di Banyuwangi

Mendes terkesan dengan geliat desa wisata di Banyuwangi

Dokumentasi Warga berjalan di sekitar persawahan kawasan Kampoeng BNI Wisata Borobudur, Desa Wanurejo, Borobudur, Magelang, Jateng, Minggu (14/5/2017). PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendorong beberapa Kampoeng BNI yang telah dibinanya berkembang menjadi Desa Wisata dengan memberikan capacity building tentang bagaimana konsep desa wisata, pengembangan potensi wisata, pemasaran, dan pengelolaannya (manajemen). (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Banyuwangi (ANTARA News) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengaku sangat terkesan dengan geliat dan kemajuan desa wisata di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Eko Putro di Banyuwangi, Selasa mengatakan Kementerian Desa terus mengembangkan metode pengembangan pariwisata yang pas untuk kawasan perdesaan. Karena itu dirinya mengunjungi sejumlah daerah dengan pengembangan pariwisata yang berhasil, seperti Banyuwangi, supaya bisa ditiru daerah lain.

"Pariwisata bisa mencetak lapangan kerja secara cepat. Di Banyuwangi ini berjalan baik. Maka saya senang bisa mengunjungi homestay. Nanti bisa kami aplikasikan di program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) Homestay," ujar Eko.

Selama di Banyuwangi, Eko berkeliling ke sejumlah desa wisata didampingi Bupati Abdullah Azwar Anas. Sejumlah lokasi yang dikungi adalah, Didu?s Homestay di kawasan Karangasem dan Mi Casa di Desa Licin.

Di kedua homestay itu, Eko sempat berbincang dengan pengelola homestay dan wisatawan mancanegara yang sedang menginap. Karena terkesan dengan geliat desa wisata tersebut, Eko spontan mengeluarkan ponsel pintarnya, dan membuat video blog (vlog) bersama turis dari Jerman bernama Felix dan Lina.

"Halo apa kabar? bagaimana kok bisa menginap di sini?" kata Eko.

Felix menjawab menjawab, dia menginap di homestay itu karena direkomendasi temannya. "Di sini suasananya cocok untuk relaksasi. Orang-orangnya juga ramah, makanannya enak," ujarnya di hadapan Menteri Desa dan PDT.

Menteri Eko bersama Bupati Anas dan para turis lalu menikmati kopi dan jajanan tradisional desa setempat.

Sebelumnya, Eko juga mengunjungi Desa Tamansari yang merupakan desa berkategori "smart kampung" di Banyuwangi. Dia melihat langsung pelayanan berbasis teknologi informasi di balai desa itu.

"Desa-desa di Banyuwangi terus didorong berinovasi. Memang belum sepenuhnya sempurna, tapi kami terus meningkatkan kualitas, termasuk soal BUMDes pengembangan wisata," ujar Kepala Desa Tamansari Rizal Sahputra.

Desa Tamansari adalah peraih "Desa Wisata Award" oleh Kementerian Desa PDT sebagai desa wisata terbaik bidang pemanfaatan jejaring bisnis.

Menteri Eko menambahkan, dirinya terinspirasi pengembangan desa-desa di Banyuwangi, dan berharap pemerintah kabupaten serta pejabat desa dari berbagai daerah bisa terinspirasi dari program yang telah dikembangkan di kabupaten paling timur di Pulau Jawa itu.

"Di Banyuwangi banyak sekali inovasi yang patut dikembangkan, bisa dicontoh dan diaplikasikan di daerah lain untuk memajukan potensi desa Indonesia," kata Eko.

Bupati Azwar Anas menambahkan, pengembangan desa di Banyuwangi dikerangkai dalam program "Smart Kampung" yang diluncurkan Menkominfo Rudiantara pada Mei 2016 silam.

"Sejak 2016, inovasi secara rutin digulirkan. Desa-desa berlomba berinovasi. Sistem penganggarannya kami siapkan berbasis teknologi, namanya e-village budgeting. Kami berharap inovasi menjadi budaya di semua desa, dan itu berkat dukungan Menteri Desa," kata Anas.

Pewarta: Masuki M Astro
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pemerintah naikkan gaji Pendamping Desa

Komentar