Naufal Mahfudz: Digitalisasi sistem tidak kurangi jumlah pegawai BPJS-TK

Naufal Mahfudz: Digitalisasi sistem tidak kurangi jumlah pegawai BPJS-TK

Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan, Naufal Mahfudz. (Humas BPJS Ketenagakerjaan)

... Saat ini terdapat 5.500 pegawai BPJS-TK di seluruh Indonesia dan pada 2018 ini akan menjadi 5.950...
Batu, Jawa Timur (ANTARA News) - BPJS Ketenagakerjaan tidak akan mengurangi jumlah karyawannya karena penggunaan teknologi informasi (digital), seperti yang dikhawatirkan sebagian pelaku industri.

Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan, Naufal Mahfudz, saat dihubungi dari Batu, Jawa Timur, mengatakan, kemungkinan pertumbuhan jumlah karyawan yang akan minus pada tahun-tahun berikutnya.

Ia mencontohkan, perekrutan karyawan baru akan menjadi minus hingga 25 persen. Artinya, jika ada 100 karyawan yang pensiun maka penerimaan pegawai baru hanya akan menjadi 75 orang saja. Tahun lalu BPJS-TK merekrut 600 pegawai maka, maka tahun ini hanya 450 orang saja.

Digitalisasi yang dikembangkan BPJS Ketenagakerjaan hampir mencakup semua layanan. Pada Rapat Kerja Nasional BPJS Ketenagakerjaan, di Batu, Rabu (18/7), badan ini memperkenalkan BPJSTKU, yakni aplikasi berbasis mobile yang memberikan kemudahan kepada peserta, dari mendapatkan informasi kepesertaan hingga melaporkan ketidaksesuaian data kepesertaan maupun pelaporan perusahaan. 

BPJSTKU adalah aplikasi resmi dari BPJS Ketenagakerjaan sebagai pengganti aplikasi BPJSTK Mobile
Peserta juga bisa mengakses kartu digital BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasi BPJSTKU. Peserta tidak perlu menunjukkan kartu fisik sebagai bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Kartu digital ini sudah cukup sebagai bukti kepesertaan untuk dapat menikmati manfaat tambahan seperti diskon di toko kerja sama.

Selain BPJSTKU, fitur digital lain yang juga diluncurkan adalah Antrian dan Verifikasi Online yang berbasis KTP elektronik dan sidik jari yang bertujuan untuk mempersingkat alur pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan.

Di samping itu, Antrian Online juga merupakan salah satu fitur digital yang dikembangkan BPJS Ketenagakerjaan untuk mempermudah peserta mendapatkan nomor antrian jika ingin melakukan pencairan saldo JHT di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan.

Dari sisi pelaporan kepatuhan perusahaan, juga telah disiapkan pelaporan secara dalam jaringan, untuk memastikan bahwa setiap pekerja terlindungi oleh jaminan sosial ketenagakerjaan. Selain itu, layanan ini juga memudahkan pendaftaran peserta.

Untuk memudahkan interaksi dengan pesertanya, BPJS Ketenagakerjaan juga memperkenalkan inovasi terbaru melalui Voice Assistant GINA yang merupakan singkatan dari Agen Perlindungan Pekerja.

GINA siaga 24 jam membantu peserta atau calon peserta mendapatkan informasi yang dibutuhkan terkait dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Inovasi terbaru ini dapat diakses dengan mudah melalui telepon cerdas.

Ia mengatakan, semua sistem berbasis digital itu dibangun sendiri oleh pegawai BPJS-TK, dengan konsekwensi merekrut tenaga di bidang teknologi informatika yang andal. Saat ini terdapat 5.500 pegawai BPJS-TK di seluruh Indonesia dan pada 2018 ini akan menjadi 5.950.

Pewarta: Erafzon Saptiyulda
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

BP Jamsostek pegang Rp413 triliun, Wapres minta dikelola hati-hati

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar