19 tewas akibat kapal pengungsi karam di lepas pantai Siprus

19 tewas akibat kapal pengungsi karam di lepas pantai Siprus

Arsip: Seorang pengungsi Suriah membawa bayi menggunakan pelampung dan berenang menuju pantai setelah perahu karet yang mereka naiki kempes 100 meter dari pantai pulau Lesbos, Yunani, Minggu (13/9/15). . (REUTERS/Alkis Konstantinidis)

Ankara (ANTARA News) - Sembilan belas orang tewas akibat perahu pembawa 150 pengungsi tenggelam di lepas pantai Siprus utara dan penyelamat mencari 25 orang lagi, kata penjaga pantai Turki pada Rabu.

Dikatakannya bahwa 103 pengungsi diselamatkan kapal dan helikopter penjaga pantai Siprus utara dan Turki, dibantu kapal niaga di daerah itu, dari perahu tenggelam tersebut sekitar 30 kilometer di lepas pantai Siprus utara.

Satu penyintas dalam keadaan gawat dan dibawa ke Siprus utara dengan helikopter, kata penjaga pantai, yang tidak menyebutkan ke mana penumpang lain, yang diselamatkan, dibawa.

Kapal niaga berbendera Panama melihat perahu pengungsi itu di sekitar 25 mil laut dari Provinsi Antalya di bagian selatan Turki, dan memberitahu penjaga pantai pada Rabu pagi, kata pernyataan tersebut.

Pada 2015, Turki menjadi salah satu tempat utama peluncuran lebih dari satu juta pengungsi, yang mengambil jalur laut berbahaya ke Eropa Bersatu, banyak yang lari dari perang dan kemiskinan di Timur Tengah dan Afrika.

Kesepakatan Turki dengan Eropa Bersatu pada 2016 secara tajam mengurangi arus pengungsi ke kelompok itu, sesudah ribuan orang tewas saat menyeberang dari Turki ke pulau di Yunani beberapa mil jauhnya.

Sejak Januari hingga Mei tahun ini, sedikit-dikitnya 26 pengungsi tewas saat mencoba menyeberang ke Eropa dari Turki, kata catatan penjaga pantai.

Kedatangan dari laut Tengah ke kelompok itu membuat penyeberangan lebih lama dan lebih berbahaya dari Afrika Utara ke Italia, terdiri atas 172,301 pada 2017, turun dari 362.753 pada 2016 dan 1.015.078 pada 2015, kata data Perserikatan Bangsa-Bangsa dilansir Reuters.

(Uu.B002/M016)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar