Menjelajah keajaiban tanah legenda, Armenia

Menjelajah keajaiban tanah legenda, Armenia

Buku Armenia, Tanah Legenda: memotret keindahan alam, wisata dan budaya (Atman Ahdiay)

Jakarta (ANTARA News) - Armenia bisa jadi hanya negara yang sangat kecil ditinjau dari luas wilayahnya, yakni 29,7 ribu kilometer persegi atau seluas Jawa Tengah.

Posisi geografisnya terjepit di antara lima negara tetangga lainnya, yakni Turki di barat, Georgia di utara, Azerbaijan di timur, dan Iran di selatan.

Namun, tanah Armenia menyimpan begitu banyak keindahan tersembunyi yang menunggu untuk dijelajahi. Biara-biara kuno serta kuil berusia ribuan tahun yang penuh misteri, bukit padang rumput yang luas membentang berhiaskan salju di puncaknya.

Sebagaimana dinyatakan seorang seniman yang juga pengembara asal Amerika Serikat bahwa Armenia merupakan tempat di dunia, di mana orang bisa menyaksikan banyak keajaiban.

Hampir 70 persen dari daerah tujuan wisata Armenia adalah peninggalan sejarah kuno berupa kompleks biara dengan keunikan dan keindahan seni arsitektur yang tidak ditemukan di negara lain.

Melalui buku "Armenia, Land of Legend" dua jurnalis dari Kantor Berita Antara, yakni pewarta senior Atman Ahdiat dan juru foto senior Hermanus Prihatna mengabadikan perjalanan mereka selama lebih kurang seminggu ke tanah legenda tersebut kemudian menyajikannya dalam teks dan foto-foto.

Buku berukuran besar setebal 200 halaman ini berisi hasil jepretan kedua pewarta tersebut. Buku itu merekam perjalanan mereka yang diawali di ibu kota Yerevan, Biara Khor, Virap, yang berbatasan dengan Turki, Kuil Garni di dekat perbatasan Azerbaijan, serta Danau Sevandan sebagai daerah resor Tsaghkadzor di bagian utara.

Sebagai sebuah negara, Armenia memang tergolong unik karena secara geografis berada di Benua Asia tetapi secara sosial, politik, budaya, dan ekonomi condong ke Eropa.

Posisi strategis karena berada di persimpangan dua benua, membuat Armenia sebagai pusat perdagangan selama berabad-abad. Karena posisi yang strategis dan terletak antara benua Asia dan Eropa, budaya Armenia pun menjadi unik, berupa perpaduan keduanya.

Perjalanan pertama menguak keajaiban negeri legenda tersebut, dimulai dari Ibu Kota Armenia, yakni Yerevan. Di Kota Yerevan yang terletak 1.300 meter di atas permukaan laut itu sudah menunggu begitu banyak tempat menarik dan bersejarah yang bisa dikunjungi, seperti Museum Taman Cascades, Musium Manuskrip Matenadaran, Museum Genosida, Republic Square, dan masih banyak lagi.

Salah satu bangunan yang unik dan menarik di Yerevan, yakni Masjid Biru, satu-satunya masjid di negara yang hampir 100 persen penduduknya menganut Kristen Apostolik.
 
Pemandangan di Mesjid Biru (Blue Mosque) di pusat Kota Yerevan, Armenia. Mesjid tersebut adalah satu-satunya yang tersisa dari tujuh mesjid yang ada sebelumnya di Armenia. (istimewa)

Dari Yerevan, ibu kota berpenduduk satu juta jiwa atau sepertiga dari total penduduk Armenia, perjalanan dilanjutkan ke arah tenggara, yaitu lokasi Biara Khor Virap yang hanya berjarak 45 menit perjalanan menggunakan mobil dari pusat kota.

Di sini tempat yang dianggap tepat untuk melihat Gunung Ararat, tempat perahu Nabi Nuh mendarat setelah 40 hari mengalami banjir bandang.

Perjalan berikutnya didominasi oleh wisata ziarah ke kompleks biar berusia ribuan tahun dan sebagaian besar sudah terdaftar sebagai warisan budaya UNESCO, seperti Noravank, Tatev, Haghpat, Sanahin, Odzun, Etchmiadzin, kompleks pemakaman Noratus, Garni, sampai Sevanavank di pinggir Danau Sevan.

Ternyata Armenia bukan hanya kompleks biara kuno dengan seni arsitektur tinggi, anggur bermutu tinggi, ataupun peninggalan purbakala dengan segala misteri yang tersimpan di dalamnya.

Daerah resor Tsaghkadzor yang terletak 1.800 meter di atas permukaan air laut itu, merupakan surga bagi penggemar ski pada musim dingin dan juga ramai dikunjungi saat musim panas.

Buku yang mengabadikan perjalanan penulis dan juru foto kantor berita nasional tersebut, merupakan hasil kerja sama antara Indonesia dengan Armenia sehingga tujuannya tentu saja untuk saling memperkenalkan potensi kedua negara tersebut, terutama potensi wisata, budaya, dan alamnya.

Salah satu hasil dari program yang dianggap penting adalah penulisan buku tentang Armenia yang diberi judul "Armenia Tanah Legenda" sebuah buku berisi sekitar 70 persen berupa foto dan sisanya teks.

Melalui program saling kunjung wartawan (media exchange) dalam kunjungan selama kurang lebih satu minggu, menghasilkan laporan tentang segala sesuatu yang dianggap menarik, terutama berhubungan dengan perkembangan pariwisata, kehidupan sosial, dan budaya setempat.

Hasil kunjungan itu menjelma dalam bentuk karya jurnalistik, berupa artikel dan foto yang diterbitkan di media masing-masing.

Selain karya jurnalistik juga hadir dalam bentuk lain, yaitu pameran foto bersama, foto-foto yang dihasilkan selama kunjungan kedua pihak.

Foto-fota wartawan Antara akan dipamerkan di Yerevan, Ibu Kota Armenia dan sebaliknya hasil karya fotografer kantor berita Armenia, Armenpres, akan dipamerkan di Jakarta.

Direktur Utama Perum LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat dalam pengantarnya menyatakan penyair Inggris Lord Byron menyatakan bahwa Armenia adalah satu bumi yang paling menarik di seluruh bumi.

"Catur, genosida, dan seribu satu biara. Itulah tingkat pengetahuan kebanyakan orang Indonesia terhadap negara kaukasus selatan yang kecil ini," ujarnya.

Selain kenyataan menyenangkan negara dengan jumlah grandmaster catur per kapita terbanyak, Armenia adalah negeri yang terlampau jauh, tak memiliki kaitan sejarah, sejajar dengan pengetahuan orang Indonesia.

Tapi di situlah letak tantangannya. Terlampau kenyang dengan suguhan bacaan yang bertutur tentang hubungan adidaya dengan rekan niaganya. Namun hampir tak satupun rak-rak lokal yang mengungkap potensi langskap Armenia.
Gunung Ararat, Armenia. (atman ahdiat)


"Itulah bagian fungsi jurnalistik, mencerahan, dan menyoroti potensi baru. Itulah alasan Kantor Berita Antara bekerja sama dengan Kedutaan Besar Armenia di Jakarta, untuk menyuguhkan karya indah dari jurnalisitik dan estetis ini kepada masyarakat Indonesia," katanya.

Deputi Kementerian Luar Negeri Republik Armenia Armen Papikyan menilai buku "Armenia, Land of Legend" tersebut unik karena merupakan buku edisi pertama yang secara komprehensif memperkenalkan Armenia kepala publik Indonesia melalui rekaman lensa dan tulisan jurnalis Indonesia.

Karya jurnalistik yang kreatif dan indah ini dengan menampilkan kekayaan sejarah, budaya, dan alam Armenia menjadi sebuah cara yang tepat untuk memulai kerja sama yang bermanfaat (bagi kedua negara).

"Penulis memilih judul yang sangat lugas namun inklusif untuk buku ini, karena Armenia dalam faktanya memang sebuah tanah legenda, memiliki sejarah ribuan tahun, dan telah menjalani berbagai era dan peradaban," katanya.

Hampir 150 foto karya Hermanus Prihatna yang memiliki sejumlah pengalaman merekam berbagai peristiwa penting di Tanah Air serta diperkaya tulisan Atman Ahdiat yang banyak melakukan liputan pada ajang olah raga internasional itu, membuat buku yang diterbitkan dalam rangka 10 Windu LKBN Antara itu menarik untuk dinikmati.

Armenia sesungguhnya bukan negara yang asing bagi masyarakat Indonesia, karena terdapat jejak keberadaan komunitas Armenia di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Hotel Majapahit yang sangat indah di Surabaya dan kebun binatang Ragunan yang memesona di mana pendirinya adalah seorang putra campuran Jawa dan Armenia.

Apa yang disajikan dalam buku ini hanyalah sebagian kecil dari kekayaan alam, sosial, dan budaya. Masih banyak lagi lokasi yang belum dijelajahi. Alam dengan biara dan gereja yang indah, penduduk yang ramah, kejahatan yang rendah, harga terjangkau dan kuliner yang khas, membuat pengunjung akan menemui banyak keajaiban di Armenia.

Oleh karena itu, buku ini diharapkan menjadi setitik sumber pencerahan keajaiban Armenia yang akan memicu minat dan kesadaran tentang potensi kedua negara.

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar