counter

Lima helikopter tanggulangi kebakaran hutan-lahan di Dumai

Lima helikopter tanggulangi kebakaran hutan-lahan di Dumai

Ilustrasi helikopter terbang menanggulangi kebakaran. (REUTERS/Mike Blake)

Pekanbaru, Riau (ANTARA News) - Satuan tugas udara penanggulangan kebakaran hutan dan lahan Riau menerbangkan lima unit helikopter pengebom air guna mengatasi kebakaran yang terjadi di sejumlah titik di Kota Dumai.

"Lima Helikopter kita kerahkan ke Dumai hari ini," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, di Pekanbaru, Kamis.

Ia menjelaskan ke lima helikopter tersebut masing-masing terdiri dari empat helikopter pengebom air itu adalah helikopter Sikorsky dan Kamov bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan unit Super Puma bantuan Sinarmas Group.

Seluruh helikopter itu melaksanakan operasi pengeboman air di wilayah Lubuk Gaung, Kota Dumai. Karhutla di Lubuk Gaung telah terjadi dalam sepekan terakhir dengan luas lahan terbakar mencapai lebih dari 140 hektare.

Ia menuturkan lokasi kebakaran yang merupakan lahan gambut membuat operasi pemadaman harus ekstra keras. Hingga hari ini, tim Satgas Karhutla baik darat maupun udara masih terus berjibaku memadamkan api.

Ia menyinggung status siaga kebakaran hutan-lahan yang tidak diperpanjang pemerintah Dumai. Sementara pemerintah Provinsi Riau terlebih dahulu melakukan langkah cepat dengan perpanjangan status, namun langkah itu ternyata tidak diikuti oleh Pemkot Dumai.

Menurut dia, dengan tanpa status siaga kebakaran hutan-lahan, Dumai akan terus kesulitan mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran yang terjadi tiap tahun itu. 

Status siaga kebakaran hutan-lahan di Kota Dumai berakhir pada Mei 2018 lalu. Sementara status siaga Riau juga berakhir pada waktu bersamaan, namun pemerintah Provinsi Riau terlebih dahulu memperpanjang status itu hingga November 2018 mendatang.

"Kita kesulitan untuk mendampingi mereka. Kami sarankan tolong perpanjang status siaga Karhutla sehingga enak kita untuk melakukan pendampingan," katanya.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar