counter

"Rest Area" bantah UMKM biasa nunggak sewa

"Rest Area" bantah UMKM biasa nunggak sewa

Tenant UMKM tidak ada personalan soal bayar sewa tempat, sebagian besar tertib. (Dhemas Reviyanto)

Cikarang (ANTARA News) - Pengelola Rest Area salah satunya PT Japek Tol Nusantara yang mengelola tiga zona istirahat di beberapa titik jalan tol membantah para tenant UMKM sering atau biasa menunggak bayar sewa kios.

Pengelola Rest Area KM 39 dari PT Japek Tol Nusantara Suhaimi ketika ditemui di Rest Area yang dikelolanya di kawasan Cikarang Pusat, Jawa Barat, Kamis, mengatakan para tenant UMKM justru lebih banyak yang tertib membayar sewa tepat waktu.

"Tenant UMKM tidak ada personalan soal bayar sewa tempat, sebagian besar tertib," kata Suhaimi.

Namun, ia tak menampik ada satu dua yang memang terlambat atau menunggak membayar uang sewa.

Meski begitu jumlahnya tidak signifikan dan tidak kemudian menjadi kesan yang menempel bahwa UMKM adalah tenant "tukang nunggak".

"Ada kasus yang pernah nunggak satu sampai dua bulan, namun bulan ketiga mereka biasanya sudah bayar, presentase menunggak dari 43 warung UMKM sekitar 8 persen saja," katanya.

Di Rest Area 39 itu jumlah tenant UMKM sekitar 66 persen dari total kapasitas usaha yang disediakan di dalamnya. Jumlahnya 43 tenant UMKM dan untuk usaha besar hanya 21 tenant.

Biaya sewa yang ditetapkan bagi tenant UMKM berkisar Rp4 juta-Rp5 juta perbulan.

Menurut Suhaimi, harga sewa tersebut termasuk terjangkau jika dikompensasikan dengan potensi pendapatan tenant UMKM di rest area seluas 4,5 hektar tersebut yang mencapai rata-rata Rp1 juta perhari pada hari-hari biasa.

Bahkan jika "peak season" seperti musim mudik atau libur lebaran potensi pendapatan tenant UMKM berkisar Rp5 juta dalam sehari.

Hikmah pedagang sop iga sapi "Pak Wardi Wong Kudus" yang membuka usaha di wilayah Rest Area 39, misalnya mengaku tidak kesulitan membayar uang sewa tempat.

"Sewa baru saja naik per Desember 2017 kemarin, Rp6 juta perbulan. Tapi kita tepat waktu terus bayarnya," katanya.

Sop iga buatannya rata-rata sehari laku 100 porsi dengan satu porsi seharga Rp25.000. "Kalau hari raya bisa lebih banyak lagi," katanya.

Hal serupa dikatakan Lia pedagang warung pecel lele di kawasan Rest Area 39 yang menyebut jualannya laku rata-rata lebih dari 100 porsi perhari.

"Lancar terus sih bayarnya, kalau enggak lancar ya sudah enggak di sini, banyak yang pingin gantiin," katanya.
 

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar