Bank Mandiri salurkan kredit infrastruktur Rp165,8 triliun

Bank Mandiri salurkan kredit infrastruktur Rp165,8 triliun

Realisasi ini tumbuh 24,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu."
Jakarta (ANTARA News) - Bank Mandiri mencatat telah menyalurkan kredit untuk pembangunan infrastruktur nasional senilai Rp165,8 triliun hingga akhir Juni 2018 atau 65 persen dari total komitmen senilai Rp255,3 triliun.

"Realisasi ini tumbuh 24,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu," kata Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi di Jakarta, Kamis (19/7).

Ia menjelaskan tingginya realisasi kredit infrastruktur itu merupakan bagian dari upaya untuk mendukung program strategis pemerintah guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan mendorong pemerataan pembangunan.

Total kredit tersebut disalurkan untuk berbagai sektor, antara lain transportasi Rp39,3 triliun, tenaga listrik Rp36,8 triliun, migas dan energi terbarukan Rp24,1 triliun dan konstruksi Rp18,3 triliun, ujarnya.

Selain itu, jmenurut dia, uga disalurkan untuk sektor jalan Rp10,6 triliun, perumahan rakyat dan fasilitas kota Rp9,5 triliun, telematika Rp17,5 triliun dan berbagai sektor infrastruktur lainnya Rp9,6 triliun.

Secara keseluruhan, ia mengemukakan, komposisi portofolio kredit Bank Mandiri hingga akhir Semester I-2018, antara lain sebanyak 78,2 persen bersifat produktif dan hanya 21,8 persen yang bersifat konsumtif.

Penyaluran kredit investasi tersebut telah mencapai Rp206,4 triliun atau tumbuh 7,2 persen dan kredit modal kerja sebesar Rp318,5 triliun atau mengalami kenaikan 9,8 persen.   

Sebelumnya, Bank Mandiri mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp762,5 triliun atau tumbuh 11,8 persen pada semester I-2018 dibandingkan periode semester I-2018 sebesar Rp682 triliun.

Pertumbuhan kredit ini hampir sama dengan rata-rata pertumbuhan kredit Bank Mandiri selama lima tahun terakhir sebesar 11,9 persen.

Laju positif itu didukung oleh pertumbuhan kredit segmen korporasi besar sebesar 22,2 persen dan kredit segmen mikro sebesar 24,8 persen menjadi Rp296,8 triliun dan Rp90,6 triliun.

Kinerja tersebut didukung oleh rasio kredit bermasalah (NPL) Gross yang membaik dari 3,82 persen pada semester I-2017 menjadi 3,13 persen pada semester I-2018.

Baca juga: Bank Mandiri salurkan KUR Rp8,27 triliun
Baca juga: Bank Mandiri pastikan belum ada penawaran divestasi Freeport
Baca juga: Bank Mandiri incar pendanaan penambah valas
Baca juga: Mandiri catatkan peningkatan laba Rp12,2 triliun semester I-2018

Pewarta: Satyagraha
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar