Cerita Nurul Shamsul, keturunan Indonesia dalam ajang Miss Universe Selandia Baru

Cerita Nurul Shamsul, keturunan Indonesia dalam ajang Miss Universe Selandia Baru

Finalis Miss Universe Selandia Baru 2018 Nurul Shamsul berpose saat akan melakukan sesi wawancara dengan LKBN Antara di Museum Galeri Jurnalistik Antara, Jakarta, Jumat (13/7/2018). Nurul Shamsul yang memiliki darah keturunan Indonesia-Malaysia, merupakan satu-satunya finalis berhijab pada ajang kontes kecantikan di Selandia Baru. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Jakarta (ANTARA News) - Nurul Zuriantie Shamsul (20) masih mengingat betul kala dia terhenyak di suatu pagi, menyadari fotonya tersebar di media sosial.

Tak hanya foto, artikel menyoal dirinya yang menjadi finalis 20 besar ajang pemilihan Miss Universe Selandia Baru 2018 juga menyeruak beberapa waktu lalu.

Warganet pun bereaksi. Bukan tanpa sebab. Dia menjadi yang kini menempuh pendidikan psikologi di Universitas Waikato, Selandia Baru, adalah perempuan berhijab pertama yang mengikuti ajang itu.  

"Saya senang sekali, karena saya yang pertama (mengenakan hijab bisa masuk final) di Selandia Baru. Begitu saya bangun tidur, saya lihat wajah saya ada di halaman Instagram, teman saya memberitahu. Setelah itu ada artikel soal saya tayang, saya menjadi viral. Saya tidak menyangka,"  kata dia, saat berkunjung ke ANTARA News, di Jakarta, belum lama ini.

Apa reaksi warganet? Beragam, namun menurut Nurul sebagian besar positif. Kebanyakan mereka yang berkomentar berasal dari Indonesia, Malaysia dan Selandia Baru. Sebagian adalah rekan-rekan Nurul.  

"Ada beragam reaksi, namun saya mendapat banyak dukungan positif dari orang-orang di Selandia Baru, Malaysia, Indonesia. Alhamdulillah," tutur perempuan yang ibundanya berasal dari Semarang, Jawa Tengah itu,

"Tetapi ada beberapa komentar lain. Saya tidak begitu peduli soal ini karena saya tahu alasan saya mengikuti ajang Miss Universe Selandia Baru ini," sambung Nurul.

Awalnya, Nurul  tidak memberi tahu keluarganya menyoal keikutsertaannya dalam ajang Miss Universe. Dia baru berani berbicara jujur pada sang ibunda saat dirinya masuk dalam tahap seminfinal.

Lalu, saat namanya masuk dalam jajaran 20 besar finalis, barulah Nurul memberitahu ayahandanya.

Keluarganya tak menentang, apalagi setelah tahu tak ada sesi mengenakan bikini dalam ajang itu.

Harapan Nurul
Nurul baru kali pertama mengikuti ajang kontes kecantikan semacam ini. Menurutnya, ajang ini bisa membantunya menyebarkan pesan positif pada banyak orang.  

"Saya berpikir apa yang akan terjadi bila saya menjadi Miss Universe Selandia Baru, mungkin ada kesempatan melakukan sesuatu yang saya ingin lakukan semisal empowering para perempuan muda. Membantu mereka bisa lebih mencintai diri mereka," papar pecinta soto ayam ini.

Lebih dari itu, aktivis hak asasi manusia itu dia berharap bisa mendobrak stereotip masyarakat Barat dan memberikan sudut pandang berbeda mengenai Islam.

Kepada para perempuan di luar sana, Nurul berpesan agar bisa menjadi diri sendiri dan mampu mencintai diri.

"Jadilah dirimu sendiri. Kalian cantik. Cintai diri kalian, karena dengan begitu kalian bisa mengenal diri kalian," kata dia.

Terakhir, dia juga mengingatkan para perempuan agar berhati-hati saat mengunggah sesuatu di media sosial.

"Hati-hati pada apa yang kalian unggah di media sosial, karena jika kalian menjadi viral, orang-orang akan menemukan soal kalian di internet," ujar perempuan kelahiran Ipoh, Perak, Malayasia itu seraya tertawa.

Nurul kini bersiap menghadapi putaran final Miss Universe Selandia Baru 2018 yang akan berlangsung pada 4 Agustus mendatang.

Selamat berjuang, Nurul!

Oleh Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar