counter

Info haji

Alasan kesehatan, tiga calon haji Lampung tertunda keberangkatannya

Alasan kesehatan, tiga calon haji Lampung tertunda keberangkatannya

Ilustrasi: pemberangkatan calon jamaah haji tahun ini (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

"...Jadi ditampung di asrama Lampung"
Jakarta (ANTARA News) -  Embarkasi Jakarta di Asrama Haji Pondok Gede kembali mencatat ada tiga calon jemaah haji yang mengalami penundaan keberangkatan ke Tanah Suci pada hari kelima pemberangkatan, Sabtu.

Dari catatan, ketiga calon jamaah haji yang mengalami penundaan keberangkatan dengan masing-masing berinisial SKKP, SAY dan WHS, berasal dari kloter 10 Lampung.

"Ketiganya ditunda berangkat karena mengalami masalah kesehatan, dan saat ini menerima perawatan di Lampung karena untuk jamaah dari provinsi tersebut tidak masuk Pondok Gede dulu. Jadi ditampung di asrama Lampung," kata Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta Saiful Mujab di Jakarta, Sabtu.

Dengan diberangkatkannya kloter 10 pada pukul 03:45 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu ini yang merupakan pemberangkatan terakhir di hari kelima ini, embarkasi Jakarta telah memberangkatkan sebanyak 3.881 calon haji (calhaj) dan 50 petugas PPIH.

Dengan adanya tiga calon haji lagi yang tertunda, maka dari embarkasi Jakarta terdapat 16 kursi kosong (open seat).

Dari 16 tempat kosong tersebut, tercatat dua orang meninggal dunia di daerah, masing-masing adalah MHM dari kloter satu (DKI Jakarta) dan SSR dari kloter enam (Banten).

Adapun 14 orang lainnya dinyatakan gagal berangkat dan tertunda pemberangkatannya karena alasan kesehatan. Yang gagal berangkat adalah ASM dan DUM dari kloter dua (Banten), M dan SSS dari kloter tiga (DKI Jakarta), MJM dari kloter enam (Banten).

Sementara yang tertunda, adalah AS dari kloter tiga (DKI Jakarta); NMD, RIK, MJA, dan DIB dari kloter empat (DKI Jakarta), NRA dan AK dari kloter lima (Banten),serta tiga jemaah dari kloter 10 hari ini.

"Bagi jamaah yang tertunda, kebijakannya bisa diikutkan ke kloter lain yang masih kosong jika sudah pulih, sementara jika terus tertunda hingga jadwal keberangkatan berakhir, terpaksa mereka tidak berangkat tahun ini," kata Saiful. 

Dijadwalkan, embarkasi Jakarta akan memberangkatkan 24.524 calon jamaah haji dan 315 orang petugas yang terbagi dalam 63 kloter di dua gelombang.

Gelombang pertama pemberangkatan calon jamaah haji Indonesia embarkasi Jakarta akan berangkat menuju Madinah dengan jadwal terakhir pada 29 Juli 2018.

Untuk gelombang kedua jemaah langsung mendarat di Bandara Jedah yang akan pertama kali terbang pada 30 Juli 2018 dengan akhir pemberangkatan pada 15 Agustus 2018.

Sejak awal masuk kawasan asrama, jamaah melakukan proses verifikasi data paspor dengan melalui tes biometrik (sidik jari, retina dan foto). Setelah melalui tahapan tersebut jamaah akan dimasukan asrama untuk beristirahat kurang lebih satu malam (12 jam).

Para jamaah yang telah mengantongi uang saku sebesar 1.500 real akan diberangkatkan menuju ke Bandara Soekarno-Hatta sekitar tujuh jam sebelum waktu lepas landas pesawat yang mengangkut mereka ke Arab Saudi.

Di asrama haji Pondok Gede sendiri, saat ini tengah masuk jemaah kloter 12 dan 13 dari DKI Jakarta yang akan keluar asrama malam ini menuju bandara Soekarno-Hatta. Sementara untuk kloter 11 berangkat ke bandara Soekarno-Hatta langsung dari daerah asalnya di Lampung. 

Untuk tahun ini, calon jamaah haji termuda di embarkasi Jakarta berumur 18 tahun (kloter lima) dari provinsi Banten dan yang tertua berumur 98 tahun (kloter 47), juga dari provinsi Banten.

Baca juga: Embarkasi Jakarta sudah berangkatkan 3.496 calhaj

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Jarak pandang di Sampit hanya 10 hingga 20 meter

Komentar