counter

Politikus: pekerjaan Jokowi lebih mudah jika bersama PKB

Politikus: pekerjaan Jokowi lebih mudah jika bersama PKB

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) menyalami para kyai saat membuka acara MTQ internasional ke-2, MTQ Nasional Antar-Pondok Pesantren ke-8, dan kongres ke-5 Jam'iyyatul Qurra wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQH NU), di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/7/2018). Presiden berharap kegiatan MTQ dapat mengingatkan kepada umat muslim bahwa Alquran merupakan pegangan hidup yang hakiki. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Surabaya (ANTARA News) - Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Fandi Utomo menilai pekerjaan Joko Widodo akan lebih mudah jika bersama PKB pada Pemilihan Umum Presiden RI 2019.

"Untuk duduk di kursi RI-1, Jokowi akan lebih mudah merealisasikannya jika bersama dengan PKB," katanya kepada wartawan di Surabaya, Minggu.

Menurut dia, mayoritas masyarakat muslim Indonesia memiliki kedekatan dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan nahdiyin diklaimnya banyak yang bernaung di PKB.

 "Tidak hanya pengurus atau kader, tetapi simpatisan PKB mayoritas adalah warga NU. Maka, tidak salah jika ke depan selalu bersama PKB," ucap mantan anggota DPR RI tersebut.

Politikus senior yang pernah menjabat sebagai pengurus struktural di Partai Demokrat itu juga mengatakan bahwa orang-orang NU memilih Jokowi maka seharusnya juga akan memilih PKB.

Hal ini, kata dia, PKB sebagai partai politik dan rumah besarnya NU di parlemen sehingga harapan agar kebijakan Jokowi berjalan dengan baik dan bisa dikawal oleh partainya.

 "Apalagi, PKB sendiri memang memberi dukungan penuh terhadap Jokowi, ditambah usainya beberapa kali pertemuan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar,"kata FU, sapaan akrabnya.

Selain itu, bakal calon anggota DPR RI di Daerah Pemilihan 1 Jawa Timur (Surabaya dan Sidoarjo) tersebut menilai kemenangan pasangan Khofifah dan Emil di Jatim diyakini akan berdampak luas terhadap kemenangan Jokowi.

"Yang jelas, dukungan terhadap Jokowi yang beragam menunjukkan bahwa Jokowi bisa diterima oleh mayoritas identitas politik di Indonesia," katanya.

Baca juga: Mahfud mengaku tak pernah bahas pilpres dengan Jokowi

Baca juga: AHY: Kabut koalisi pilpres masih tebal

Baca juga: Jokowi sebut Cak Imin dan Romy sedang bersaing

Baca juga: Seberapa diinginkan jika Prabowo cawapres Jokowi? ini hasil survei LIPI

Baca juga: SBY terbahak disebut sebagai penentu capres alternatif

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar