Ratusan anggota "helm putih" Suriah dievakuasi ke Yordania

Ratusan anggota "helm putih" Suriah dievakuasi ke Yordania

Seorang prajurit Israel berdiri di atas sebuah tank saat yang lain turun dari tank dekat perbatasan Suriah di sisi Israel di Dataran Tinggi Golan yang diduduki oleh Israel, Rabu (9/5/2018). (REUTERS/Amir Cohen)

Yerusalem (ANTARA News) - Sekitar 800 anggota kelompok pertahanan sipil Helm Putih Suriah dan keluarga mereka dievakuasi melalui Israel ke Yordania pada Minggu dari baratdaya Suriah, demikian laporan media.

Bagian baratdaya Suriah adalah area yang kini menjadi sasaran ofensif pasukan Suriah dukungan Rusia,

Dalam pernyataannya, militer Israel menyatakan pihaknya telah merampungkan "usaha humaniter untuk menolong para anggota dari satu organisasi sipil Suriah dan keluarga mereka ... karena ancaman terhadap keselamatan mereka".

Dikatakan, mereka dipindahkan ke satu negara tetangga yang tak disebutkan, dan evakuasi itu terjadi atas permintaan Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.

Media Israel mengidentifikasi warga Suriah tersebut anggota organisasi Helm Putih. Secara resmi kelompok itu disebut Pertahanan Sipil Suriah tetapi dikenal karena para anggotanya berciri khas dengan mengenakan helm putih.

Kelompok tersebut melakukan usaha pertolongan di wilayah-wilayah Suriah yang dikuasai pemberontak.

Kantor berita resmi Yordania, Petra, mengatakan di lamannya bahwa kerajaan itu "memberi wewenang kepada PBB untuk mengatur perjalanan sekitar 800 warga Suriah melalui Yordania untuk pemukiman kembali di negara-negara Eropa".

Petra mengidentifikasi orang-orang Suriah itu sebagai pekerja pertahanan sipil yang menyelamatkan diri dari kawasan-kawasan yang dikendalikan oposisi Suriah setelah tentara Suriah melakukan serangan-serangan di sana.

Diberitakan, mereka akan berada di kawasan tertutup di Yordania dan bahwa Inggris, Jerman dan Kanada sepakat untuk memukimkan kembali mereka dalam waktu tiga bulan ke depan.

Militer Suriah, yang didukung serangan-serangan udara Rusia, bergerak ke wilayah Provinsi Quneitra setelah ofensif bulan lalu yang mengalahkan para pemberontak di Provinsi Deraa yang pernah didukung AS, Yordania dan negara-negara Teluk.

Ofensif itu telah memulihkan kendali pemerintah Suriah atas kawasan di bagian baratdaya, wilayah strategis yang berbatasan dengan Yordania dan Israel.

(Uu.M016)
 

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar