counter

Atletik penuhi target ASG dan renang mulai menggebrak

Atletik penuhi target ASG dan renang mulai menggebrak

Peraih emas nomor lari gawang putra ASEAN School Games 2018, Holomoan Edwin Binsar berpose berpose dengan sang pelatih Danar Widhi Permana usai menerima medali di Stadion Mini Atletik Bukit Jalil, Malaysia, Minggu. Atlet Indonesia ini mampu memecahkan rekor ASG dari 14,11 detik yang dipegang atlet Malaysia menjadi 13,76 detik. (Bayu Kuncahyo/Kemenpora)

Selangor, Malaysia (ANTARA News) - Cabang olahraga atletik sukses memenuhi target medali pada ASEAN School Games (ASG) 2018 di Selangor, Malaysia, 21-25 Juli dan untuk renang langsung menggebrak pada hari pertama perlombaan.

Kepastian atletik memenuhi target lima medali emas didapat setelah Holomoan Edwin Binsar meraih medali emas pada nomor gawang 110 meter putra di Stadion Mini Atletik Bukit Jalil, Malaysia, Minggu dengan catatan waktu 13,76 detik.

Catatan waktu Holomoan Edwin Binsar ini bahkan mampu memecahkan rekor kejuaraan khusus pelajar di Asia Tenggara ini yang sejak 2011 dipegang oleh atlet asal Malaysia, Mohd Ajmal Aiman Bin Hassan dengan waktu 14,11 detik.

"Hari ini kita menambahkan tambahan satu emas. Tapi peluang untuk tambahan emas tetap terbuka. Besok, Senin (23/7) ada beberapa nomor seperti lompat galah," kata manajer tim atletik Indonesia, Suryo Agung Wibowo.

Pada hari pertama ASG 2018, cabang atletik meraih empat medali emas. Emas pertama dari nomor loncat jauh lewat Ahmad Ambali Sukur, berikutnya nomor 100 meter putri lewat Jeany Nuraini Amelia, 100 meter putra lewat Adi Ramli Sidiq dan lari 800 meter lewat Wempi Pelamonia.

"Kami akan terus berusaha karena ada peluang. Semoga hasil terbaik tetap bisa kita raih," kata mantan sprinter nasional yang saat ini menjadi PNS di lingkungan Kemenpora itu.

Sementara itu cabang renang, pada hari pertama perlombaan langsung meraih empat emas, tiga perak dan tiga perunggu. Emas dipersembahkan oleh Adinda Larasati Dewi dan Athalarik Fernando dari nomor 400 meter gaya bebas.

Emas berikutnya dipersembahkan oleh Ahnaf Kamal Pasya pada nomor 50 meter gaya dada dengan catatan waktu 29,38 detik. Rekor sebelumnya dipegang oleh atlet asal Indonesia lainnya Ilham Ahmad yang diraih saat ASG 2016 di Chiang Mai, Thailand dengan catatan waktu 29,50 detik.

Satu lagi oleh Farrel Armandio Tangkas yang turun di nomor 200 meter gaya punggung dengan catatan waktu dua menit tiga detik. Adapun rekor sebelumnya dipegang andalan Indonesia di Asian Games 2018 yaitu I Gede Siman Sudartawa dengam waktu dua menit 3,33 detik yang dicetak di ASG 2012 Surabaya.

"Hasil hari cukup bagus meski ada beberapa nomor yang lepas. Bukan karena catatan waktunya kurang bagus, namun karena lawan jauh lebih baik. Saya tetap optimistis target 15 emas bisa terlampaui," kata pelatih tim Indonesia, Deni Wardeni saat dikonfimasi.

Selain dari cabang atletik dan renang, kontingen Indonesia juga menambahkan tambahkan medali dari cabang sepak takraw yaitu medali perak dari nomor beregu putra dan perunggu dari nomor dobel putra. Selain itu perak dari senam artistik serta perunggu dari senam ritmik dan artistik. Adapun squash menyumbang tiga perunggu.

"Hasil cukup bagus dari sepak takraw. Ini menunjukkan kita bisa bersaing dengan Malaysia maupun Thailand," kata komanda kontingen Indonesia, Bambang Siswanto di sela pertandingan final sepak takraw di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam.

Dengan tambahan lima emas ini, Indonesia saat ini harus puas berada di posisi dua dengan raihan sembilan emas, sembilan perak dan 13 perunggu. Sedangkan posisi puncak saat ini diambil alih tuan rumah Malaysia dengan 10 emas, 15 perak dan tujuh perunggu.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Indonesia juara umum Asean School Games 2019

Komentar