19 orang tewas, 13 hilang akibat banjir di Vietnam

19 orang tewas, 13 hilang akibat banjir di Vietnam

Sebuah mobil rusak akibat tertimpa pohon tumbang setelah Topan Son-Tinh menghantam Sanya, provinsi Hainan, China, Minggu (28/10). Lebih dari 80.000 warga di provinsi Hainan, China selatan, telah direlokasi setelah datangnya Topan Son-Tinh, yang membawa angin kencang dan hujan deras di wilayah tersebut sejak Sabtu lalu, menurut keterangan dari China Daily. (REUTERS/China Daily )

Hanoi, Vietnam (ANTARA News) - Hujan lebat dan banjir yang dipicu oleh Topan Son Tinh telah menewaskan 19 orang, melukai 17 orang dan membuat 13 orang hilang di wilayah Vietnam Tengah serta Utara, kata lembaga pemerintah, Minggu (22/7).

Di antara korban tewas, 11 berasal dari Provinsi Yen Bai di Vietnam Utara, dan dua --masing-masing-- dari Provinsi Than Hoa di Vietnam Tengah serta Provinsi Son La di Vietnam Utara, kata Komite Pengarah Pusat bagi Pemantauan dan Pencegahan Bencana Alam, sebagaimana dilaporkan Xinhua dari Jakarta, Senin pagi. Di antara orang yang terdaftar hilang, 11 berasal dari Provinsi Yen Bai dan tiga dari Than Hoa.

Hujan lebat, banjir bandang dan tanah longsor juga menghancurkan 217 rumah dan merendam tak kurang dari 9.600 rumah, membunuh lebih dari 1.300 ternak serta 27.600 unggas, merusak 5.400 hektare kolam, dan merendam 113.000 hektare sawah dan serta lahan tanaman lain.

Menurut Pusat Nasional bagi Prakiraan Hidro-Meteorologi, hujan lebat mungkin berlanjut selama beberapa hari di wilayah itu, dan tanah longsor serta banjir bandang lain diperkirakan melanda Provinsi Thanh Hoa serta Nghe An.

Baca juga: Banjir bandang akibat Topan Son Thin landa Vietnam

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar