Anies : Siswa 34 sekolah belajar di rumah

Anies : Siswa 34 sekolah belajar di rumah

Arsip Foto aerial Wisma Atlet Kemayoran yang berada di dekat Kali Item di Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/7/2018). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup Kali Item menggunakan jaring hitam untuk mengurangi bau tidak sedap dari kali tersebut agar tidak mengganggu kontingen Asian Games saat berada di wisma atlet. (ANTARA /Hafidz Mubarak A)

Jakarta (ANTARA News) - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan siswa dari 34 sekolah di kawasan wisma atlet menuju venue, selama berlangsungnya Asian Games di Jakarta akan belajar di rumah dan lingkungannya.

"Dengan mempertimbangkan kepentingan memastikan berjalan baik maka kita akan mengubah anak anak di 34 sekolah ini selama sembilan hari belajar di rumah dan lingkungan," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu malam.

Mulai dilaksanakan pada 21-31 Agustus, dimana sembilan hari efektif mereka belajar,  kemudian tengah ada libur Idul Adha.

Dari kajian yg sudah dilakukan pada hari Rabu, selama hari - hari sekolah terlihat bahwa ada delapan rute pengantaran atlet dari wisma atlet ke venue.

"Dan kita ingin memastikan tidak ada hambatan di rute itu. Dari kajian itu semua kita menyimpulkan ada sembilan sekolah yang berada di kawasan sekitar komplek wisma atlet," kata Gubernur.

Lalu ada 25 sekolah yg berada di lintasan keluar tol menuju venue.  Jadi ada 34 sekolah itu berada di kawasan lalu lintas atlet dari wisma atlet ke venue. Dengan mempertimbangkan kepentingan memastikan berjalan baik maka akan mengubah anak anak di 34 sekolah ini selama sembilan hari belajar di rumah dan lingkungan. 

Sedangkan sekolah - sekolah lain misalnya di Rorotan, Cengkareng, Ciputat yang memang tidak ada kaitan dengan Asian Games berjalan seperti biasa. Kalau pun ada hanya penyesuaian jam belajar, katanya.

"Disdik akan koordinasi dengan kepala sekolah untuk mengatur kegiatan belajar mengajar, agar bisa tidak tertinggal. Daftar 34 sekolahnya ada, anti diumumkan sekaligus pengumuman kepala sekolah," kata Anies.

Dari 34 sekolah ini ada17.000 siswa yang akan mengalami belajar di rumah dan lingkungan. Karena sebetulnya bukan libur tapi akan ada penugasan - penugasan dari sekolah.

Waktunya cukup untuk guru mengatur penugasan di masa itu. Untungnya terjadi di masa awal semester sehingga implikasinya tidak terlalu besar, katanya.

"Biasanya ada tugas yang diserahkan dan akan diserahkan dalam waktu tertentu. Guru juga akan diberi tugas," kata Anies.

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kesehatan penting dalam membangun SDM unggul

Komentar