Patuhi aturan barang bawaan, jamaah jangan khawatir kelaparan

Patuhi aturan barang bawaan,  jamaah jangan khawatir kelaparan

Jamaah calon haji asal Jawa Barat tiba di Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (26/7/2018). Sebanyak 31 kloter jamaah calon haji asal Jawa Barat telah diberangkatkan dari asrama haji tersebut untuk menjalankan ibadah haji di tanah suci Mekah. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

"Itu kan cerita para calon haji terdahulu ..."
Bekasi (ANTARA News) - Jamaah calon haji diminta untuk mematuhi peraturan mengenai barang bawaan, terutama alat memasak, dan diimbau untuk tidak khawatir akan mengalami kelaparan di Tanah Suci.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa Barat, KH Buchori di Bekasi, Kamis. 

Ia menjelaskan panitia menyediakan 40 kali jatah makan kepada seluruh jamaah calon haji selama berada di Arab Saudi guna mengantisipasi kelaparan.

"Jatah makan ini meningkat dari periode terdahulu yang hanya 25 kali makan di Arab Saudi," ujarnya. 

Pernyataan itu disampaikan Buchori untuk mengingatkan seluruh jamaah calon haji yang masuk dalam daftar perjalanan ke Tanah Suci agar mematuhi aturan barang bawaan yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi.

Menurut dia, sejak pembukaan embarkasi haji Jakarta-Bekasi di Jalan Kemakmuran, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Selatan, dibuka pada pekan lalu, petugas telah menyita sejumlah barang bawaan jamaah calon haji yang terlarang, salah satunya adalah alat penanak nasi (rice cooker).

"Ada puluhan alat penanak nasi yang masih kami sita hingga hari ini,  di bagian gudang barang bawaan embarkasi saat dilakukan pemeriksaan," katanya.

Menurut dia, mayoritas pemilik alat masak nasi itu beralasan khawatir kelaparan, khususnya pada saat tengah malam.

"Di tengah kekhusyukan beribadah, terkadang ada saja calon haji yang merasa lapar di malam hari, dan mencari pedagang makanan pada saat itu memang agak sulit," katanya.

Situasi itu yang mendorong jamaah calon haji berinisiatif membawa alat masak untuk keperluan darurat.

Baca juga: Kemenag: pelayanan katering haji gunakan pemanas hindari basi

Namun Buchori memastikan, situasi itu tidak akan terjadi pada aktivitas beribadah haji pada tahun ini karena mekanisme pelayanan yang sudah berangsur membaik dari penyelenggara.

"Itu kan cerita para calon haji terdahulu yang memang jatah makannya pada saat itu hanya 25 kali selama di Arab Saudi," katanya.

Bahkan, kata dia, selama 10 jam di embarkasi, pihaknya juga sudah menyiapkan makanan berupa nasi box.

Menurut dia, menu makanan selama di Arab Saudi juga bervariasi dengan jenis makanan khas nusantara yang akrab di kalangan jamaah Indonesia.

"Kementerian Agama sudah menyiapkan makanan khas nusantara dengan bumbu yang dibawa dari Indonesia," katanya.

Baca juga: 72 perusahaan katering layani jamaah haji Indonesia tahun ini
Baca juga: Laporan dari Mekkah - Jamaah Haji Indonesia mulai berdatangan

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Cara memasarkan suvenir setelah pembatalan haji

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar