Di balik transfer Olsen ke Roma, ada klub kecil Swedia ketiban pulung

Di balik transfer Olsen ke Roma, ada klub kecil Swedia ketiban pulung

Aksi penjaga gawang tim nasional Swedia, Robin Olsen (kanan) saat menghalau bola tembakan penyerang Inggris Sterling (kiri) dalam laga perempat final Piala Dunia 2018 di Samara Arena di Samara, Rusia, Sabtu (7/7/2018). (AFP/Fabrice COFFRINI)

Stockholm (ANTARA News) - AS Roma baru-baru ini mendatangkan penjaga gawang tim nasional Swedia, Robin Olsen, dari klub Denmark FC Copenhagen dengan nilai puluhan juta euro.

Kendati kesepakatan hanya terjadi di antara kedua klub, ada klub kecil divisi rendah Swedia yang ketiban pulung atas transaksi tersebut.

Adalah Bunkeflo FF, klub yang bermarkas di kota Malmo, Swedia, berkompetisi di kasta kedelapan sepak bola Swedia dan biasanya didera masalah keuangan, namun berkat transfer Olsen mereka ketiban pulung sekira 60.000 euro.

Sebagai salah satu klub tempat Olsen bermain pada usia 12-23 tahun, Bunkeflo mendapatkan dana yang diatur sebagai pembayaran solidaritas dalam regulasi FIFA setelah sang kiper hijrah ke Roma dari Copenhagen dengan mahar senilai 8,5 juta euro, yang berbagai klausul di dalamnya membuat nilainya bisa naik hingga 12 juta euro.

Lima persen dari biaya transfer Olsen ke Roma akan dipotong dari Copenhagen dan didistribusikan ke klub-klub yang pernah diperkuat Olsen pada usia 12-23 tahun, termasuk Bunkeflo.

Jumlah ini cukup besar untuk klub yang biasa mendapatkan pendanaannya dari kombinasi gaji keanggotaan yang murah, sponsor-sponsor lokal, dan penjualan makanan ringan serta kopi pada hari-hari pertandingan.

"Jumlah besar seperti tentu dapat berkontribusi perihal keamanan dan fleksibilitas," kata ketua klub Calle Wadenhammar kepada Reuters.

"Saya ingin uang itu digunakan dengan cara yang bermanfaat di berbagai lini, termasuk agar sepak bola dan berbagai aktivitas spontan terjangkau bagi anak-anak sekitar sini," ujarnya menambahkan.

Baca juga: AS Roma setuju rekrut pemain sayap Malcom dari Bordeaux

Bunkeflo seolah menjadi titik balik karier Olsen, yang kala itu sempat kesulitan menonjolkan diri dan akhirnya "tersingkir" dari sebuah klub strata ketiga, IF Limham Bunkeflo, ke Bunkeflo, pada 2010.

"Saya ingin menemukan kembali kegembiraan dan kebahagiaan -- seluruh rekan setim saya, rekan-rekan dekat saya, bermain di sini di Bunkfelo. Penting bagi saya untuk mendapatkan kembali kebahagiaan," kata Olsen sebelumnya pada salah satu wawancara dengan Reuters.

Sejak itu kariernya berbalik, tampil di Liga Champions bersama Malmo FF empat tahun silam, lantas mengembara ke klub Yunani PAOK dan akhirnya ke Copenhagen serta memesan satu tempat di timnas Swedia.

"Saya tahu betapa berartinya (uang) itu bagi mereka, semua anak berlari di sekitar sana, itu membuat saya bahagia!" kata pemain 28 tahun itu kepada surat kabar Aftonbladet.

Tidak peduli apa yang terjadi pada sisa kariernya, Olsen akan selalu disambut di kandang Bunkeflo, Brovallen, lantaran mereka ikut kecipratan rejeki dari sang pemain.

"Jika ia dapat diberi ucapan selamat, kami akan dengan senang hati merayakan bersama dia," kata Wadenhammar.

(H-RF/A020)

Pewarta:
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar