counter

Belum ada kepastian kapan Rinjani dibuka kembali untuk pendaki

Belum ada kepastian kapan Rinjani dibuka kembali untuk pendaki

Pendaki Gunung Rinjani yang terjebak longsor akibat gempa bumi, Suharti (tengah), turun dari helikopter setelah berhasil dievakuasi dan tiba di Lapangan Sembalun, Lombok Timur, NTB, Selasa (31/7/2018). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta (ANTARA News) - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, belum ada kepastian sampai kapan jalur pendakian Gunung Rinjani akan dibuka kembali pascagempa 6,4 SR di NTB.

"Sampai kapan jalur pendakian dibuka ditentukan rapat koordinasi karena gempa susulan masih berlangsung dan beberapa jalur pendakian kondisi rusak, jadi kita belum bisa pastikan kapan dibuka lagi jalur pendakian," kata Sutopo di Jakarta, Selasa.

Menurut Sutopo, gempa susulan masih berlanjut bahkan hingga Selasa (31/7) pagi tercatat terjadi 346 kali gempa susulan dengan intensitas yang terus menurun dan periode antargempa semakin jarang.

"Ini menunjukkan bahwa sistem lempeng menuju kestabilan. Dengan adanya gempa susulan itu kita malah bersyukur artinya energi akan terlepas melalui gempa-gempa kecil itu dari pada terakumulasi di satu periode waktu sehingga gempanya besar," katanya.

Dia mengatakan, sebanyak 1.091 pendaki Gunung Rinjani telah berhasil dievakuasi setelah sebelumnya terjebak saat terjadi gempa bumi 6,4 SR yang mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (29/7) pagi.

Baca juga: 1.091 pendaki Gunung Rinjani sudah dievakuasi
 

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Jusuf Kalla resmikan sekolah dan masjid ramah gempa

Komentar