counter

Sarapan ala Melanie Ricardo

Sarapan ala Melanie Ricardo

Selebriti Melanie Ricardo (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)

"Jadi sarapan adalah salah satu yang aku tunggu-tunggu"
Jakarta (ANTARA News) - Bagi selebriti Melanie Ricardo, sarapan menjadi sebuah keharusan dan tak boleh terlewatkan.

"Sarapan bagi kami sangat penting. Aku senang sarapan. Aku berhenti makan jam 6 sore. Kalau aku makan malam nanti gemuk. Jadi sarapan adalah salah satu yang aku tunggu-tunggu," ujar dia usai menghadiri sebuah acara kesehatan di Jakarta, Selasa.

Melanie biasanya memilih dua potong roti gandum dan kopi hangat dengan brown sugar (gula merah).

"Aku biasanya sarapan roti gandum dua dan kopi dengan brown sugar. Rotinya pakai mentega tapi menteganya yang 70 persen less salt. Ingin sehat tapi enggak menyiksa banget," tutur dia.

Dia mengatakan, menu sarapan ini terpengaruh dari suaminya yang sudah menerapkan pola hidup sehat sejak beberapa waktu lalu. Terlebih, saat ini Melanie menyadari sudah saatnya menerapkan pola makan sehat.  

"Karena suami pola hidupnya sehat, aku juga pola hidupnya terpengaruh sama suami. Faktor usia juga ya, ingin hidup panjang. Kalau sudah punya anak, metabolisme badan, kayak aku sudah 38 tahun, menurun enggak seperti dulu," kata istri Tyson James Lynch itu.  

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia, Prof. Dr. Hardinsyah mengatakan, tubuh membutuhkan gizi yang tepat untuk mengembalikan energi setelah tubuh berpuasa delapan jam ketika tidur malam.

Oleh karenanya, sarapan menjadi salah satu kegiatan penting dan tak boleh terlewatkan. Menunya pun harus bergizi.

"Menu sarapan bergizi adalah yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. Sarapa bergizi terbukti mampu mengembalikan energi tubuh dan meningkatkan konsentrasi, menjaga daya tahan tubuh," kata Hardinsyah.

Baca juga: Terlambat sarapan bisa berdampak buruk bagi kesehatan
Baca juga: Bosan sarapan nasi? Coba makan oat

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kampanye sadar sarapan bagi anak-anak

Komentar