Jakarta (Antara News) - Atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Gideon Fernaldi mengakui belum tampil maksimal meskipun menang dalam pertandingan putaran kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2018 yang berlangsung di Nanjing, China, Rabu.

"Kami belum dapat mengeluarkan seratus persen kemampuan kami. Tapi, kami bermain lebih baik pada besok karena hari ini permainan kami cukup sengit," kata Kevin selepas pertandingan seperti tercantum dalam situs Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu.

Ganda putra Indonesia peringkat pertama dunia itu menang dalam tiga gim 18-21, 21-14, 21-18 atas pasangan tuan rumah Han Chengkai/Zhou Haodong dalam permainan selama 52 menit.

"Lawan susah untuk ditaklukkan. Mereka bermain luar biasa selain tampil lepas tanpa beban. Mereka juga punya permainan cepat dan jarang membuat kesalahan," kata Marcus.

Kevin/Marcus mengaku tetap berharap meraih gelar juara dunia meskipun tidak ingin terlalu memikirkan target itu ketika bermain.

"Ini adalah kejuaraan besar. Tekanan tentu ada. Tapi, kami ingin menikmati permainan ini," kata Marcus yang bersama Kevin menjadi ujung tombak Tim Indonesia meraih gelar Juara Dunia 2018.

Meskipun telah memberikan perlawanan ketat kepada Kevin/Marcus, ganda China Han/Zhou menyatakan tidak menyangka permainan mereka menyulitkan wakil Indonesia itu.

"Kami berusaha melakukan terbaik dan memberikan tekanan kepada mereka. Pasangan Indonesia punya mental yang stabil selama pertandingan. Mereka menunggu kami melakukan kesalahan," kata Han.

Zhou mengatakan perlawanannya kepada Kevin/Marcus sudah maksimal. "Pada poin-poin kritis, kami tegang sehingga banyak membuat kesalahan. Jika kami menghadapi mereka lagi, kami yakin dapat tampil lebih baik," ujar Zhou.

Selain Kevin/Markus. ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga lolos ke putaran ketiga setelah mengalahkan wakil Prancis Jacco Arends/Rubel Jille 21-15, 21-11 selama 27 menit. ***4***

(T.I026/

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2018