Gempa Indramayu Adalah Gempa Dalam, Tak Berpotensi Tsunami

Jakarta (ANTARA News) - Kepala Bidang Gempa Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Suhardjono mengatakan gempa bumi berkekuatan 7,3 skala Richter yang menggoyang Pulau Jawa, Pulau Sumatera, hingga negeri jiran Malaysia, Kamis dinihari termasuk dalam kategori gempa dalam yang tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. "Gempa dalam adalah gempa yang punya tiga ciri spesifik yaitu tidak berpotensi menimbulkan tsunami, goncangannya dirasakan di tempat yang sangat luas, dan peluang muncul gempa susulannya yang sangat kecil," kata Suhardjono kepada ANTARA News di Jakarta, Kamis. Gempa yang berpusat di Indramayu, Jawa Tengah, itu turut dirasakan penduduk di Yogyakarta, Jakarta, Pulau Sumatera, bahkan hingga Malaysia. Selain tiga ciri yang khas itu, gempa dalam juga punya jenis goyangan yang tidak terlalu merusak struktur bangunan. "Gempa Indramayu dirasakan sekitar tiga skala MMI, jadi tidak terlalu fatal efeknya terhadap bangunan," katanya. Lebih lanjut ia menjelaskan, gempa Kamis dinihari itu berpusat di titik pusat 286 km di bawah permukaan tanah, tepatnya di titik pertemuan lempeng Euro-Asia dan lempeng Indo-Australia. Menurut dia, lempeng Indo-Australia bergerak turun dan mendesak lempeng Euro-Asia yang tebalnya hanya 60 km. "Tumbukan terjadi di kedalaman lebih dari 250 km, jadi gempa tektonik ini masuk ke kategori gempa dalam," ujar Suhardjono. Gempa tektonik diklasifikasikan menjadi tiga kelompok berdasarkan titik pusatnya. Gempa yang berpusat di kedalaman kurang dari 70 km dikelompokkan menjadi gempa dangkal. Bila titik pusat gempa terjadi di kedalaman 70-250 km, maka kejadian itu termasuk gempa menengah. Dan gempa yang pusatnya di kedalaman 250-600 km digolongkan sebagai gempa dalam. Berdasarkan peta gempa Indonesia versi BMG, gempa dangkal punya frekuensi kejadian yang sangat tinggi. Menyinggung gempa dalam di Indramayu, Suhardjono mengaku secara pribadi ia sedang mengkaji ada tidak kaitannya gempa dinihari itu dengan gempa pada 4 Agustus lalu. Pada hari Sabtu (4/8), kata dia, di lokasi yang nyaris persis sama terjadi gempa di kedalaman 185 km dengan kekuatan 5,5 skala Richter.(*)

Pewarta: bwahy
Editor: Bambang
COPYRIGHT © ANTARA 2007

Komentar