counter

Koalisi Saudi bantah bunuh warga Hudaidah, tuding Al Houthi sebagai pelaku

Koalisi Saudi bantah bunuh warga Hudaidah, tuding Al Houthi sebagai pelaku

Sejumlah wanita duduk di sebelah bantuan makanan dari Komite Palang Merah Internasional buat pengungsi internal di kota pelabuhan Hodeidah, Laut Merah, Yaman, Sabtu (21/7/2018). (REUTERS/Abduljabbar Zeyad)

Hodeidah, Yaman  (ANTARA News) - Juru bicara koalisi internasional pimpinan Arab Saudi menuding kelompok gerilyawan Al Houthi sebagai pelaku serangan yang menewaskan dan melukai puluhan orang di kota Hudaidah, Yaman, pada Kamis.

Juru bicara tersebut juga menambahkan bahwa pihaknya tidak menggelar operasi militer apa pun di kota pelabuhan itu.

Pada hari yang sama, sejumlah sumber medis mengatakan sebuah serangan udara dari pihak koalisi menghantam pelabuhan ikan dan pasar ikan di Hudaidah hingga menewaskan 26 orang dan melukai 50 lagi.

"Pihak koalisi mematuhi aturan yang ketat dan transparan berdasarkan hukum internasional. Kami akan menyelidiki semua tudingan dan jika memang kami bertanggung jawab, kami akan menyatakannya dengan terbuka," kata juru bicara koalisi, Kolonel Turki al-Malki, kepada stasiun televisi Al-Arabiya.

 Baca juga: Al-Houthi akui serang kapal Arab Saudi di pantai barat

"Pihak koalisi tidak menggelar operasi militer apa pun di Hudaidah hari ini. Milisi Al Houthi adalah dalang pembunuhan warga sipil hari ini," kata dia.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan sejumlah negara lain Teluk kini berkoalisi untuk menghancurkan kelompok Al Houthi, yang mendapatkan dukungan dari Iran, selama tiga tahun terakhir.

Namun, Al Houthi sejauh ini masih bertahan dan menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, termasuk ibu kota negara itu, Sanaa.

Kabar tewasnya puluhan warga sipil itu muncul bersamaan dengan upaya PBB untuk membuat kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata.

Kelompok Al Houthi pada Selasa mengaku secara sukarela telah menghentikan aksi serangan mereka di sekitar Laut Merah selama dua pekan untuk mendukung upaya perdamaian. Beberapa hari sebelumnya, Arab Saudi menghentikan ekspor minyak melalui laut yang sama, setelah serangan gerilyawan Al Houthi terhadap kapal pengangkut minyak mentah mereka pada 25 Juli lalu.

Pelabuhan Hudaidah merupakan titik masuk utama bantuan internasional ke Yaman, tempat 8,4 juta warganya kini terancam kelaparan.

Baca juga: Koalisi pimpinan Saudi kuasai Bandara Hodeidah Yaman

Baca juga: Koalisi pimpinan Arab Saudi amankan pelayaran Teluk Bab al-Mandab

Pihak koalisi mengatakan pembebasan Hudaidah akan memotong jalur pasokan kepada Al Houthi dan memaksa mereka maju ke meja perundingan. Namun, mereka hingga kini masih gagal merebut kota itu sejak menggelar serangan militer pada 12 Juni.

Editing by: GM Nur Lintang Muhammad. Tia Mutiasari
 

Pewarta: antara
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Imigrasi Madiun deportasi seorang warga Yaman

Komentar