Polisi usut kebakaran hutan kawasan wisata komodo

Polisi usut kebakaran hutan kawasan wisata komodo

Wisatawan melihat satwa Komodo (Varanus Komodoensis) di Pulau Rinca, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (17/1/2018). (ANTARA /Hendra Nurdiyansyah)

Kupang (ANTARA News) - Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat tengah mengusut kasus kebakaran hutan savana di Gililawa, kawasan wisata Taman Nasional Komodo, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Peristiwa kebakaran itu saat ini sedang diselidiki oleh Polres Manggarai Barat," kata Kepala Bidang Humas Polda Nusa Tenggara Timur Kombes Polisi Jules Abraham Abast kepada Antara di Kupang, Jumat.

Pihaknya belum memastikan penyebab kebakaran tersebut. "Masih diselidiki apakah ada oknum yang membakar hutan tersebut ata karena penyebab lainnya," katanya.

Sebelumnya diberitakan, telah terjadi kebakaran hutan padang savana di bukit Gililawa pada Rabu (2/8) malam sekitar Pukul 18.15 WITA.

Puluhan petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan pihak Balai Taman Nasional Komodo baru berhasil memadamkan api sekitar Pukul 03.15 WITA.

Kepala Balai Taman Nasional Komodo Budi Kurniawan mengatakan setelah mengetahui informasi kebakaran tersebut pihaknya langsung meminta pemandu wisata selaku pemberi informasi untuk mendata semua pengunjung yang terakhir turun dari bukit.

"Petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap awak kapal dan guide (pemandu wisata) yang diduga terkait dengan peristiwa kebakaran itu," katanya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjutnya, diduga bahwa penumpang kapal Indonesia Juara sebagai pelaku terjadinya kebakaran.

Ia mengatakan, petugas juga telah menyita KTP pemandu wisata dan nakhoda kapal serta dokumen-dokumen kapal untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh kepolisian setempat.

"Saat ini dalam proses penyelidikan oleh Polres Manggarai Barat bersama-sama PPNS Gakkum," katanya.

Baca juga: Hutan Savana Gililawa Taman Nasional Komodo terbakar

Baca juga: Warganet kecam kebakaran di Gili Lawa

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar