Kepulauan Meranti tunda imunisasi MR bagi anak muslim

Kepulauan Meranti tunda imunisasi MR bagi anak muslim

Arsip Foto. Komunitas pemakai kostum superhero Spiderman, Kamen Raider dan Bumblebee menemani anak-anak saat imunisasi campak dan rubella (MR) di SDN 2 Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (1/8/2018). Dinas Kota Pekanbaru mendatangkan superhero pada hari perdana imunisasi MR agar anak-anak tidak takut diimunisasi, dan menyasar 95 persen dari 1,9 juta anak yang jadi sasaran imunisasi di Riau. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Bagi yang Islam bersabar dulu sampai keluar fatwa MUI...
Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memutuskan menunda pelaksanaan imunisasi campak rubella (Measles Rubella/MR) bagi anak-anak muslim sambil menunggu fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai kehalalan vaksin untuk program imunisasi itu.

"Bagi yang Islam bersabar dulu sampai keluar fatwa MUI," kata Bupati Meranti Irwan di Selatpanjang, Jumat.

Ia menjelaskan pemerintah kabupaten memutuskan menunda pelaksanaan imunisasi bagi anak-anak warga muslim karena vaksin MR yang digunakan untuk program imunisasi itu belum mengantongi sertifikat halal dari MUI.

Namun program pemerintah untuk mencegah penularan penyakit campak itu tetap dijalankan di kalangan anak-anak warga non-muslim.

"Bagi warga nonmuslim silakan jalankan, program ini harus sukses karena pemerintah sudah mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk menyehatkan masyarakat," ujar dia.

Ia mengatakan menurut informasi yang dia terima vaksin produksi India yang digunakan dalam program imunisasi nasional guna mewujudkan Indonesia bebas campak 2020 itu belum memiliki sertifikat halal dari MUI, karenanya pemerintah daerah belum merekomendasikannya kepada warga muslim.

"Khusus umat Islam kita belum merekomendasikan, bagi nonmuslim silakan jalankan," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti Roswita mengatakan imunisasi MR merupakan program Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan UNICEF untuk memberantas penyakit campak dan rubela Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan vaksin MR untuk program imunisasi itu dilakukan berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), menambahkan bahwa vaksin itu sudah digunakan di 104 negara di dunia.

Menurut siaran laman resmi WHO, campak menyebabkan demam, ruam, batuh, hidung meler, serta mata merah dan berair. Komplikasinya mengakibatkan infeksi telinga, diare, pneumonia, kerusakan otak dan kematian.

Sementara Rubella menyebabkan demam, sakit tenggorokan, ruam, sakit kepala, serta mata gatal dan merah. Perempuan hamil yang terinfeksi rubella bisa keguguran atau melahirkan bayi dengan cacat lahir serius seperti buta dan tuli.

Perlindungan dari kedua virus ini bisa didapat dari imunisasi yang aman dan efektif bagi anak.

Baca juga: Pemerintah tetap lanjutkan imunisasi MR
Baca juga: Imunisasi MR di luar Pulau Jawa dimulai Agustus

 

Pewarta: Fazar Muhardi, Vera Lusiana
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Capaian Imunisasi MR di Sumbar baru 41 persen

Komentar