Indonesia pasar utama produk alat berat Belarus

Indonesia pasar utama produk alat berat Belarus

Direktur Belazia Pte Ltd Dzmitry Shaershan dan Direktur PT Pusaka Bumi Transportasi Vavioza meninjau sejumlah alat berat yang diproduksi Belazia di Kompleks Pergudangan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/8/2018). (Foto Antaranews/Azis Kurmala)


Jakarta (Antaranews) - Direktur Belazia Pte Ltd Dzmitry Shaershan mengatakan Indonesia menjadi pasar utama bagi produk alat-alat berat dari Republik Belarus.
"Indonesia adalah pasar utama Belazia, produsen alat-alat berat dari Belarus," kata Dzmitry Shaershan saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat.
Ia menegaskan potensi pasar alat berat (dump truck) pertambangan di Indonesia sangat besar mengingat banyaknya perusahaan tambang yang beroperasi di negara ini.
"Belazia ingin menjadi pemain utama dalam memasok kendaraan berat untuk perusahaan tambang yang beroperasi di Indonesia," kata dia.
Sejak tahun 2012 hingga kini, alat berat buatan Belazia yang terjual di Indonesia sebanyak 56 unit, terdiri atas, 47 unit dengan kapasitas 120-150 ton dan sembilan unit dengan kapasitas 50 ton.
Untuk tahun ini, Belazia menargetkan dapat memasok 20-25 unit alat berat di Indonesia dengan kapasitas 100 hingga 150 ton
Dzmitry mengatakan anak perusahaan Indo Tambangraya, PT Tambang Raya Usaha Tama (Trust), membeli tujuh unit alat berat berkapasitas 150 ton yang diproduksi oleh perusahaannya dan dikirimkan ke Bontang, Kalimantan Timur, pada pertengahan bulan ini.
Ia mengatakan alat-alat berat tersebut dapat menghemat biaya operasional dan meningkatkan produktivitas.
Sementara itu, Direktur PT Pusaka Bumi Transportasi Vavioza mengatakan ada tiga kelas alat berat produksi Belazia yang beroperasi di Indonesia. Pertama, alat berat dengan daya angkut 50 ton seharga Rp5 miliar hingga Rp6 miliar per unit. Kedua, alat berat berkapasitas 120 ton dengan harga satu per unit sebesar Rp12 miliar hingga Rp15 miliar. Ketiga, alat berat berkapasitas 150 ton seharga Rp19 miliar hingga Rp20 miliar.
Alat berat yang dikirimkan dari Belarus dalam bentuk chassis, kabin operator, muatan atas, vendor tangga, roda, penggerak belakang, dan elektrik transmisi terlepas. Kemudian di sini dirakit dan dilakukan pengelasan sesuai standar Belazia dengan menggunakan tenaga ahli Indonesia.
Pengiriman alat berat dari Belarus ke Indonesia membutuhkan waktu selama 30 hari.
Setelah pembelian, ada pendampingan dan pelatihan terkait pengoperasian alat berat, perawatan, dan perbaikan.
Baca juga: Trust beli tujuh unit dump truk Belarus
Baca juga: Indonesia-Belarus susun langkah konkret peningkatan kerja sama


 

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sopir truk penyebab kecelakaan beruntun dipastikan meninggal dunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar